Percayakah Anda, Gadget Dapat Merusak Harmonisasi Keluarga?

Gadget atau apapun bentuk jenis perangkat komunikasi yang digunakan, jika pemakaianya berlebihan dan tidak pada tempat dapat berdampak negative.

Gadget atau apapun bentuk jenis perangkat komunikasi yang digunakan, jika pemakaianya berlebihan dan tidak pada tempat dapat berdampak negative.

Gadget berupa tablet atau telepon pintar sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, kemanapun benda tersebut akan selalu menemani, bahkan ketika menghabiskan waktu bersama pasangan (keluarga) dan gilanya ada yang rela ketinggalan pasangan dari pada ketinggalan gadget.

Perlahan tapi pasti dan seringkali tidak disadari, kehadiran gadget merasuk terlalu jauh kedalam hubungan pernikahan.  Dan secara perlahan keintiman antara pasangan memudar, hubungan keduanya justru dijembatani oleh gadget, ini akan memberikan dampak negatif (buruk) terhadap keharmonisan hubungan dalam rumah tangga.

Walaupun demikian dampak tersebut bisa dicegah sedini mungkin yaitu dengan mengenali tanda-tandanya atau jika tidak/belum menyadarinya, coba renungkan sejenak, beberapa hal berikut bisa dijadikan patokan sederhana.

Pilih Pesan Teks Daripada Bicara Langsung
Waspadai jika kita termasuk orang yang lebih senang menggunakan pesan teks kepada pasangan dibandingkan bicara langsung, jika untuk permasalahan yang urgent saja dikomunikasikan melalui pesan teks, berarti gadget sudah merusak dan merasuk terlalu jauh dalam kehidupan rumah tangga.

Saatnya sekarang untuk mengurangi menggunakan gadget untuk berkomunikasi dengan pasangan, terkecuali dalam kondisi yang sangat mendesak.  Jangan pernah menggunakan emoticon untuk menunjukan ekspresi kepada pasangan.  Selalu bicarakan hal-hal yang penting dengan bertatap muka antar pasangan.  Dengan begitu, ekspresi bisa ditunjukan dan langsung dilakukan secara langsung kepada pasangan.

Saya dan keluarga sering berpisah dalam jangka waktu yang cukup lama, bahkan bisa dikategorikan menjalani kehidupan rumah tangga jarak jauh.  Untuk persoalan yang sangat penting (urusan anak, misalnya), kami hanya membicarakannya ketika saya kembali kerumah, walaupun untuk meringankan beban istri, kadang saya mendengarkan atau meminta istri untuk curhat melalui gadget tapi tidak pernah menggunakan pesan teks.  Sampai sejauh ini, hubungan berjalan harmonis.

Duduk Saling Berjauhan
Saat pulang kantor atau dari tempat lain, sama-sama duduk disofa, perangkat hiburan menyala, duduk saling berjauhan dan masing-masing sibuk dengan gadget?  Saling merapat ketika salah satu pasangan hanya ingin menunjukan video atau gambar yang terdapat pada gadgetnya, kemudian berjuahan kembali.  Jika ini yang terjadi saatnya menikah dengan gadget.  Haahh? coba definikan kembali, fungsi gadget dan fungsi pernikahan serta lihat perbandingan perbedaan fungsi keduanya.  Lagipula, apasih enaknya duduk saling berjauhan dengan pasangan? bukannya lebih hangat jika saling berdekatan?

Kebiasaan saya dan keluarga, jika sedang berkumpul selalu menjauhkan gadget genggaman bahkan ketika ada panggilan masuk, pada banyak kesempatan saya sering meminta istri atau anak-anak untuk menjawab panggilan dan sering juga dibiarkan.

Memegang Gadget Saat Nonton TV
Bukti lainnya gadget sudah masuk terlalu dalam sehingga Anda dan pasangan tidak lagi mempedulikan satu sama lain adalah ketika bersama duduk di depan televisi menonton acara favorit.  Yang sebenarnya terjadi, bukan lagi menonton bersama, tetapi masing-masing sibuk dengan gadgetnya.

Saya pribadi menganggapnya aneh, mungkin karena saya bukan mahluk multitasking sehingga sangat sulit sembari menonton acara favorit ditelevisi juga mamainkan gadget.  Dalam keluarga, khususnya dengan istri, kami selalu meninggalkan gadget di kamar tidur saat nonton bersama diruang keluarga, kami sering berdebat atau bergosip ringan tentang acara yang sedang berlangsung.  Entah apa jadinya jika masing-masing sibuk dengan gadgetnya sendiri.

Gadget di Tempat Tidur
Jika ditempat tidurpun masih sibuk dengan gadget masing-masing, berarti harmonisasi dalam rumah tangga diambang kehancuran.  Idealnya, tidak ada lagi gadget yang dipegang ketika naik ketempat tidur.  Bukankah sudah ada gadget lain yang lebih asyik dan nyaman untuk dipegang, dipelototin bahkan libas sekalian?

Dalam keluarga, saya menerapkan aturan “tidak ada gadget ditempat tidur”, namun demikian tetap boleh mengangkat sambungan telepon jika telepon berdering lebih dari satu kali, mungkin ada hal penting dari keluarga atau hal penting lainnya.  Setelah itu? mari, bermimpi bersama-sama.

Referansi : http://walipop.detik.com
Tulisan ini pernah tayang di kompasiana dengan judul : Bahaya!, Gadget Dapat Merusak Hubungan Rumah Tangga, Kenali Tanda-Tandanya.

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik