Personal Test : Aksesoris blog yang mengganggu

Pada bagian terdahulu, sudah kita bahas tentang hal-hal yang membuat narablog tidak memberikan komentar, meninggalkan blog dan berfikir sekali lagi untuk mendatangi blog yang pernah dikunjunginya.

Berikut ini beberapa masalah lain yang membuat saya merasa terganggu dan berfikir kembali untuk mendatangi blog yang pernah dikunjungi :

  1. Terlalu banyak gambar pada area postingan, sehingga memberikan kesan seakan-akan blog tersebut seperti foto blog tetapi prematur. Saat fungsi muat gambar otomatis pada peramban dimatikan saya kehilangan arah dan tidak mendapatkan penjelasan sama sekali atau hanya berupa tulisan satu dua kata dan tidak mampu mendeskripsikan gambar yang hilang dengan baik dan lebih parahnya lagi hanya ada angka 1(satu), 2(dua) dan seterusnya.
  2. Terlalu banyak javascript, pada kepala, tubuh, bilah sisi dan kaki blog. Mematikan fungsi java pada peramban justru membuat borang komentar menjadi mati, akibatnya saya tidak bisa memberikan komentar. Padahal artikel yang dimuat cukup bagus dan menarik minat untuk ikutan “membuat sampah”.
  3. Harus registrasi saat memberikan komentar, hmmm… saya datang berkunjung baik-baik, membaca dan memberikan komentar sebisa yang bisa saya lakukan. Mungkin komentar saya tidak berguna atau lebih cocok blog seperti ini hanya untuk komunitas terbatas
  4. Terlalu banyak pranala/tautan/link pada area postingan. Sebuah artikel akan lebih baik jika disertai dengan referansi tambahan (tidak wajib), tetapi jika jumlah tautan/link dalam artikel terlalu banyak kesannya seperti membaca wikipedia, dan lebih celakanya lagi tautan ke artikel yang sama. Pertanyaannya untuk apa? tautan hendaknya memberikan makna yang lebih, memberikan nilai tambah kepada pengunjung sekalipun itu blog pribadi. Jika hanya tautan dihalaman yang sama, sebaiknya tidak perlu dibuat tautan
  5. Popup iklan, beriklan diblog hukumnya sah (hukumnya siapa?), tetapi jangan membuat saya kaget karena kita tidak sedang main hantu-hantuan. Pengaya FireFox (adblock plus) memberikan kemudahan untuk memblok iklan namun patutnya disadari tidak semua pengguna bisa memanfaatkannya. Bagaimana dengan rekan-rekan yang menggunakan warnet? apakah diwarnet yang dikunjunginya memiliki fasilita tersebut? pemilik warnet mengijinkan?

Ach… sudahlah, tidak baik mengeluh terus. Tetapi tidak baik juga selalu mematikan fungsi standar sebuah peramban, solusinya? jangan difikirkan, silahkan jalan. Yoooo… kita blogging lagi.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Aldy Markopiola

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari tiga orang putu (update). Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

87 Tanggapan

  1. David says:

    Mungkin juga saya mengalami hal yang sama, kadang banyak pop-up yang bertebaran sehingga kurang nyaman membaca artikelnya.

  2. TuSuda says:

    Mulai bulan juli inilah moment membenahi blog personal tusuda agar lebih simpel bersahaja dan bermanfaat. Terimakasih atas bimbingannya ya Mas..

  3. dani says:

    Untuk di warnet, saya pasang beberapa ekstensi Firefox. Kalau tidak mau repot, pakai Firefox portabel plus ekstensinya di UFD. Lebih tidak mau repot lagi, sinkronisasi Firefox beserta setelannya.

    • Aldy says:

      Bli Dani,
      Bayangkan kalau bli Dani tidak mempersenjatai diri dengan kelengkapan tersebut, dan beruntung pemilik warnetnya tidak melarang pemasangan beberapa pengaya tambahan.

      • dani says:

        Atau kalau di warnet Linux: klik Edit » Preferences » Content » Uncheck Load images automatically, trus Uncheck Enable JavaScript juga.

        Kalau belum bisa/puas juga, “Mas/Mbak Operator, tolong pasangin ekstensi ini-itu dong!”

        • Aldy says:

          Bli Dani,
          di Kalbar, saya belum pernah menemukan warnet linux, bahkan di tempat tinggal saya tidak ada warnet linux :(. warnet Windows bajakan saja, user dilarang menambah pengaya pada peramban.

          • iskandaria says:

            Sama Pak. Di Kalbar saya juga belum pernah menemukan ada warnet yang pake OS Linux. Boro-boro deh mau pake Linux.

            • Aldy says:

              Mas Is,
              saya pernah ke Singkawang, Pemangkat sampai ke Kartiasa. Tidak ada warnet yang menggunakan linux sebagai OS.

              • dani says:

                Googling:

                KALIMANTAN :
                Banjarmasin :
                NeoTech (Jl. Meratus)

                Balikpapan :
                Benthenk.Net (Ruko Balikpapan Baru Blok C/6)
                Dome.Net (Jl. Ruhui Rahayu 4)

                Banjar Baru :
                Aldi.Net (Achmad Yani)

                Samarinda :
                Plur.Net (Cendana)

                Sampit :
                Pi.Net (Hotel Permata Indah)

                Bontang :
                Java.Net (Jl. Bhayangkara KM 6)

                Pontianak :
                Suminda (Jl. M. Sohor Perum Sumatera Indah No. 9)

                Buntok :
                Smile,Net (Jl. Uria Mapas No. 14)

        • Cahya says:

          Kalau di Windows, saya harap warnetnya menyediakan Opera, biar ‘lancar jaya’ ndak usah lihat kiri-kanan, cukup tutup mata dan tancap gas, yang penting semua jalan (baca:konten) penting bisa dilalui :D.

          • Aldy says:

            Kalau disini umumnya IE dan FX mas, selebihnya pintar-pintar sendiri saja. Emang Opera Lover!.

            • iskandaria says:

              Warnet di Kalbar yang pernah saya singgahi rata-rata sudah menyediakan Opera, terutama di Singkawang dan Pontianak. Tapi jangan berharap Opera versi terbaru 😆

              • Aldy says:

                He..he…
                Peramban defaultnya tetap ada Mas? kayaknya tidak pernah di update juga.

                • iskandaria says:

                  Peramban defaultnya sekarang kebanyakan pake firefox. IE sudah jarang saya temukan pada warnet.

                  • Aldy says:

                    Di Sintang dan Melawi, peramban default IE6 masih ada, entah kenapa tidak pernah mau diupdate.
                    FX sepertinya menjadi standar, disini juga kebanyakan menggunakan FX+IE default.

      • rismaka says:

        Sebenarnya apa yang ingin disampaikan oleh mas dani adalah: “stop mengeluh, mulai cari solusinya”. Begitu mas aldy hihihi…

  4. IndahKasihku says:

    Masya Allah…. harap2 blog Indah tidak termasuk dalam keluhan Tuan Aldy di atas. Tuan Aldy pernah memberi beberapa saran buat blog Indah tapi Indah masih belum memberi apa-apa respon untuk menambahbaik saranan tersebut kerana Indah masih menyukai kata buka (salam).. hehehe.. Indah menyukai grafik salam rekaan Indah itu, Tuan Aldy… maaf ya.

    Mahu bertanya ni… apakah blog Indah termasuk blog yang mungkin mengandungi “sampah” kerana banyak hal-hal yang tak sepatutnya ada. Mohon dimaklumkan. Terima kasih kerana banyak dapat ilmu dari tulisan Tuan Aldy. semoga Indah akan selalu ke mari mempelajari apa yang patut diketahui. Salam keindahan.

    • Aldy says:

      IndahKasihku,
      Apa ada yang namanya blog berisi sampah? buat orang lain mungkin sampah, tetapi bagi pemilik blog tentu saja bukan. Saya tidak memiliki kriteria blog sampah atau bukan, yang menjadi masalah buat saya, pernak pernik blog yang saya rasa kurang berguna 😀

  5. Fadly Muin says:

    khusus di poin 4 mas Aldy. terutama masalah tautan di link yang sama. saya liat kok banyak yah yang menggunakan cara seperti itu? berdasarkan pengalaman, saya rasa itu hanya membuat pengguna merasa boros “klik” tapi dari sisi popularitas link saya tak pahamlah itu 😀

    • Aldy says:

      Mas Fadly,
      Kemungkian terbesarnya menggunakan pengaya, dengan kata kunci tertentu. Selain boros klik, saya rasa kurang berguna. Tetapi nggak tahu juga kalau dari sisi SEO, SERPs yang sampai sekarang malas saya pelajari.

      • dani says:

        Hanya pranala pertama yang terindeks Google.

      • Aldy says:

        Bli Dani,
        yang lainnya hanya sebagai perhiasan saja?

      • Fadly Muin says:

        kalau gitu percuma saja yah mas. apalagi tambahan Bli Dani, hanya yg pertama yg terindeks..

        • Aldy says:

          Maksud bli Dani pranala pertama untuk halaman yang bersangkutan? bagaimana dengan pranala/tautan yang menuju halaman lain (blog dofollow)

          • iskandaria says:

            Saya pernah baca tulisan seorang ‘pakar SEO’ dalam negeri mengenai efektivitas self linking. Kesimpulan dia, hanya pranala/link pertama saja yang terindeks. Itu jika kondisinya ia banyak menjejali link yang menuju sumber yang sama dalam satu posting. Jika dalam satu posting ada pranala lain (menuju sumber lain), tentu saja akan tetap terindeks. Tapi kalau pranala/link menuju sumber lain tersebut lebih dari sekali, tetap saja pranala pertama yang hanya akan diindeks google 🙂

            • Aldy says:

              Mas Iskandar,
              Sama dengan yang Bli Dani sampaikan. Menurut saya lebih ‘manusiawi’ jika hanya pranala pertama yang di index, tidak lucu jika semua pranala/link kesumber yang sama dari artikel yang sama diindex berkali-kali.

  6. Bee'J says:

    saya selalu berkunjung kesini om, tapi jarang memberikan komen, bukan karena masalah diatas lho… tapi bingung mao komen apa.. hhihi…

    • Aldy says:

      Bang Bee’J,
      berkunjung tidak harus berkomentar, tetapi ketika ada niat untuk memberikan komentar kita terhalang dengan hal-hal diatas.

  7. Jeprie says:

    Satu lagi pak, capthcha di kolom komentar. Saya beberapa kali bingung menjawab captcha karena terlalu sulit. Padahal situs-situs besar saja tidak pakai.

    Satu lagi, yang ngirim email otomatis setelah berkomentar. Ini bikin saya jengkel dan tentunya malas berkomentar.

    • Aldy says:

      Mas Jeprie,
      saya masih bisa menolerir jika captcha simpel seperti yang berlaku blogspot.

      Mengirim email otomatis, kayaknya blog ini juga mengirimkan email otomatis ketika komentar Mas Jepri saya tanggapi/jawab 😀

  8. satrya says:

    point 1 dan 2 itu kan blognya satrya 🙁 🙁 🙁

  9. agung says:

    kalau koneksi memungkinkan kadang suka buka iklan di beberapa portal, kalau pas komentar dengan koneksi im3 ya harus pilih-pilih tempat hehe :).
    Ya, mari jangan mengeluh terus, ayo menulis lagi

    • Aldy says:

      Mas Agung,
      dari sisi lain kita memang terbentur masalah koneksi dan sisi lain seperti yang saya iraikan.

  10. arkasala says:

    saya melalui proses lama untuk menemukan blog menghindari hal-hal seperti di atas mas. Jadi ingat pertama kali ngeblog apa aja saya tempelin. Setiap ketemu blog yang menarik suka ikut-ikutan. Namun entah sekarang frekuensi update yang berkurang hihi …
    Trims atas uraian bahan evaluasinya mas.
    Salam hangat selalu 🙂

    • Aldy says:

      Kang Yayat,
      Semua harus melalui proses dan proses, wajar jika pada awalnya ada kesan ‘kemaruk’ (semua mau).

  11. Masda says:

    Kalo beginikan jadi lebih mengerti tentang blog, thanks for share n lam kenal mas…

  12. Gede Lumbung says:

    Wah, saya jadi malu nih sama mas Aldy…
    Saya juga lumayan banyak masang iklan di blog saya…
    Hehehe….

    • Aldy says:

      Bli Gede,
      tidak ada yang salah dengan iklan, hanya pengaturannya biar tambah cantik. Dengan pengaturan yang baik, iklan bisa menambah indah tampilan.

  13. budiarnaya says:

    Waduh kayaknya bener juga yang dipaparkan oleh Bang Aldi terutama pada point 4, saya harus hati-hati menggunakan kalimat karena itu saya menggunakan All in One, terima kasih Bang, btw mohon dikirim Nama dan alamat jelas ke email saya yach ? 🙂

    • Aldy says:

      Bli Budi menggunakan pengaya tersebut 😀

      Yang penting pintar-pintar saja mengaturnya. Mengenai pengaya tersebut pernah dibahas oleh Mas Iskandar

      • budiarnaya says:

        Jujur kepentingan saya sebetulnya untuk menunjukkan artikel lainnya, karena memang dia akan mencari pranala yang pertama, kalau untuk kontes tidak terpikirkan, sebaiknya di non aktifkan atau gimana Bang ?

  14. tomi says:

    yang nomor 4, mgkn untuk kepentingan kontes SEO mas..
    tp saya ttp gak suka nomor 5..
    ada iklan pop up di blog, langsung tanda X di pojok kanan dipencet 😀

  15. Epenkah says:

    Mas Aldy segitu kagetnya ya kalo liat popup iklan hehe..?! untung sy gak pasang.. 😀 Keinginan kita memang tidak selalu sejalan dengan orang lain.. peace..:-)

    • Aldy says:

      Terlalu kaget sih tidak, tetapi cukup mengganggu. Lagi asyik baca, tiba-tiba nongol iklan popup 🙁