Pilihan

Terkadang kita harus memilih diantara sekian banyak pilihan, bahkan ada kalanya kita tidak boleh memilih sama sekali. Tetapi tidak jarang kita justru dihadapkan pada pilihan yang sulit, sehingga tidak memilih satupun.

Ops…pilihan apa sih yang sedemikian sulitnya?
Ini hanya berhubungan dengan sistem operasi yang digunakan. Dalam laptop yang digunakan saat ini tertanam WindowsXP 32bit, Windows7 64Bit dan Linux Ubuntu 11.10. Sebelumnya, masih bersikukup tetap menggunakan ketika OS tersebut, terutama Linux Ubuntu. Pilihan sebelumnya masih jatuh pada Linux Ubuntu 10.04 Lts karena akan terus didukung sampai April 2013. Tetapi, setelah membaca review dari Mas Iskandar, dan mengetahui support Linux Ubuntu 11.10 juga berakhir pada bulan April 2013, akhirnya memutuskan untuk menggunakan Linux Ubuntu 11.10 Oneiric Ocelot.


Tetapi sayangnya, OS Windows belum sepenuhnya ditinggalkan karena aplikasi yang digunakan dikantor sepenuhnya dibawah dukungan Microsoft, sehingga pilihan terbaik tetap menggunakan Windows sebagai Sistem Utama dan Linux Ubuntu sebagai pilihan berikutnya.

WindowsXP dan Windows7? untuk apa?
WindowsXP 32bit masih tetap digunakan, karena untuk aplikasi desain bangunan dan semacamnya hanya menguasai AutoCad, karena keterbatasan AutoCad yang digunakan pada saat ini hanya AutoCad 2006, yang tidak support dengan Windows7.
Sementara penggunakan Windows764Bit merupakan sebuah keharusan, sepertinya sayang engine yang tertanam sudah coreTMi5 dengan memory 4GB hanya digunakan pada mesin Windows32bit.
Apaboleh buat, kesannya seperti serakah Sistem Operasi, lha wong satu Laptop di pasang 3 sistem operasi sekaligus.

Linux Ubuntu 11.10 untuk apa?
Perkembangan ubuntu yang sangat cepat membuat pusing juga dan mau tidak mau harus ikut-ikutan berkembang, karena jika tidak seperti ini, apabila ada pertanyaan dari putri-putri kecil dan tidak bisa menjawab walaupun singkat, rasanya malu juga. Selain itu, mau mencoba belajar menjadi pengguna linux, karena kebetulan dilokasi kerja saat ini hanya saya sendiri yang menggunakan linux, jadi bisa pamer dikitlah…busyeeeeet.

Beberapa Situs Linux yang sering dikunjungi :

Selain situs diatas, masih banyak situs-situs lain yang biasanya dikunjungi.

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari tiga orang putu (update). Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

50 Tanggapan

  1. iskandaria says:

    Pak Aldy baru 3 OS. Lah, kalau saya malah ada 5 OS yang saya install di laptop saya (satu Windows dan 4 distro Linux yang berbeda). Kalau space hard-disk masih mencukupi pun, mungkin akan saya tambah lagi daftar yang terinstal 🙂

    Belakangan ini, minat saya mempelajari/mencoba berbagai distro Linux cukup tinggi. Yach, mumpung punya koneksi yang bisa diandalkan sedikit (untuk mengunduh file ISO-nya dan memperbarui paket/sistemnya jika diperlukan). Kalau masalah intensitas penggunaan, belakangan ini saya lebih sering menggunakan Linux Mint. Kebetulan ada beberapa kelebihan yang saya temukan daripada Ubuntu. Lagipula, untuk urusan aplikasi, sudah ada alternatif yang sama persis dengan yang ada pada Windows.

    Namun masih ada satu hal yang belum bisa tergantikan dari Windows (yang masih saya gunakan), yaitu driver untuk USB Tv Tuner. Maklum, saya masih suka nonton Tv via laptop saya (kalau lagi di kosan).

    • Aldy says:

      Ach…ternyata ada yang lebih maruk lagi 😀
      Sebenarnya ingin punya banyak waktu untuk belajar linux (ubuntu), tetapi waktunya kurang mas, penggunaan linux untuk sementara hanya dirumah. Kalau dikantor support untuk Linux tidak ada.
      Untuk saat ini Windows pilihan utama.

  2. iskandaria says:

    Oya Pak Aldy, sebenarnya kita kan bisa menginstal aplikasi berbasis Windows di Ubuntu. Syaratnya, kita install dulu Wine pada Ubuntu-nya. Saya sudah coba menginstal Macromedia Dreamveaver CS4 di Ubuntu 11.10 dan berhasil. Tapi pas saya coba menginstal Adobe Photoshop CS4 di Ubuntu 11.10, ternyata masih gagal.

    Sebenarnya saya cuma ujicoba saja. Lagian, untuk pengganti Dreamweaver di Linux sudah ada, walaupun cara menggunakannya atau tampilannya agak berbeda (misalnya Bluefish dan Quanta). Nah, kalau aplikasi semacam Photoshop, sudah ada GIMP. Tapi mungkin dianggap belum bisa menggantikan Photoshop oleh sebagian penggunanya.

    • Aldy says:

      Saya sudah mencoba wine, tetapi saya belum berhasil meng-install AutoCad 2006 yang saya miliki. Tetapi jikapun bisa saya ragu apakah AutoCad bisa berjalan mulus, karena Wine sifatnya hanyalah emulator. Sepanjang yang saya tahu, kalau aplikasi berjalan diatas emulator cenderung lamban. Saya khawatir, dengan rendering yang besar Wine malah tidak berjalan sama sekali.

      • agung says:

        Kalau untuk desain 2D bisa mencoba menggunakan DraftSight: Free CAD dari Dassault Systemes, Pak. Sudah mendukung OS Linux ataupun Mac meskipun masih tahap beta dan kemampuannya tidak sehebat AutoCAD. 🙂

  3. Cahya says:

    Masa AutoCad 2006 ndak bisa di Ubuntu, wah, kalau begitu ya mesti pakai Windows saja Pak :).

    • Aldy says:

      Ndak tahu mas, saya belum mencobanya. Hanya dicoba di Windows7, berhasil di install tetapi ada bagian dari aplikasi yang tidak berjalan sempurna.

  4. Graha Nurdian says:

    Untuk sampai sekarang mungkin saya memutuskan stay di 10.04 aja, soalnya setelah melihat – lihat review dari 10.10 tidak terlalu beda, cuman improvement pada halaman menu bar plus berubahnya Ubuntu Software Center

    buat mas Cahya.
    Coba dulu aja mas, pake aplikasi Linux namanya Wine, fungsi Wine itu sendiri adalah membuat sebuah environment Windows didalam Linux sehingga bisa diinstall aplikasi berekstensi .exe semoga membantu 🙂

    • Aldy says:

      Memang tidak jauh beda mas, saya hanya melihat masa berakhir dukungan yang sama, makanya saya memilih menggunakan Ubuntu 11.10.
      Wine saya belum mencoba untuk meng-intall AutoCad.

  5. jarwadi says:

    saya untuk kebutuhan pribadi sehari hari bisa sepenuhnya menggunakan ubuntu pak, untuk urusan kerjaan, untuk ngurus kerjaan *mdb, database access ya terpaksa nyalain windows 🙂

  6. Ya begitulah repotnya kalau ada sistem baru, semantara aplikasi yang sering kita gunakan masih support dngan sistem yang lama tapi tak cocok untuk yang baru. Jadi mesti ada penyesuaian sana sini termasuk install dengan beberapa macam sistem operasi agar pekerjaan tetap berjalan dengan lancar.

  7. Padly says:

    XP sudah beberapa bulan yang lalu aku tinggalkan Pak. Sekarang malah hobby nyoba linux -pilih2 yang cocok buat spec netbook ku-. Awalnya sih sudah klop dengan ubuntu 11.04, tapi setelah upgrade ke 11.10 jadi terasa berat.

    Sekarang lagi berasyik masuk dengan Joli OS, tapi juga kepincut dengan Archbang -inginnya sih cuma Arch, tapi belum ngerti cara instalasinya-.

  8. cerita budi says:

    Pilihan sesuai dengan kebutuhan ya Bang

  9. baju wanita says:

    thanx infonya…sukses slalu

  10. Irfan says:

    Maaf saya ikut nimbrung..
    Untuk saya pribadi, lebih cenderung menggunakan virtualbox dibanding menggunakan wine di Ubuntu saya.. Dan enaknya kita tak harus selalu restart terus linuxnya.. 🙂
    Sistem saya hanya linux saja, tapi di virtualbox ada 6OS.. mulai dari macOS sampai Arch.. 🙂
    Salam kenal..

  11. gadgetboi says:

    waduh … ganti laptop lagi :mrgreen: … emang enak lah punya laptop super keren. semua OS dilahap 😆 … kalau saya mah om tadinya mau stick with lucid linx … eh si lucid berkhianat sama saya pas update. akhirnya diganti dengan Katya. lumayan engga perlu donlot codec lagi tapi itu dia supportnya engga selama lucid. untuk Ubuntu 11.10 engga akan saya install di laptop, cukup di preview saja lah via usb .. nunggu LTS 12.04 😀 … tapi sekarang saya pilih linux mint karena update-nya engga terlalu “rakus” seperti ubuntu! lagian sudah “ready to use” 😀

  12. Wandi Sukoharjo says:

    1 Lapto dipasang 3 OS, apa nggak crash mas?

  13. ardianzzz says:

    Pada akhirnya sih, saya pilih yang satu ini… 🙂

  14. Sriyono Smg says:

    wah, ibarat petinju ni pada kelas berat semua yah…? 😀
    kelas bulu mampir pak… hiihihiihi…
    1 OS saja pak di laptop saia…

  15. Beny Kadir says:

    salam jumpa lagi, pak Aldy