Plagiat vs Mencontoh

Hati-hati, jangan terlalu mudah memberikan stempel/cap kepada seseorang telah melakukan tindakan plagiat, mungkin yang dilakukannya bukan plagiat tetapi mencontoh. KBBI dalam jaringan mendefinisikan plagiat:

pla.gi.at
[n] pengambilan karangan (pendapat dsb) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dsb) sendiri, msl menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri; jiplakan

Artinya, tindakan plagiat dilakukan diam-diam, tanpa sepengetahuan sipemilik dan digunakan untuk keuntungan yang melakukan plagiat.

Sementara mencontoh di definisikan :

men.con.toh
[v] (1) berbuat atau membuat sesuatu menurut contoh; meneladan; meniru: murid-murid ~ gambar dr buku; anak-anak biasanya ~ tingkah laku orang tuanya; (2) meniru (menjiplak, menyalin) pekerjaan orang (tt murid sekolah): pikirkan dan kerjakan sendiri, jangan ~ saja

Tindakan mencontoh, sudah diketahui oleh pemilik barang bahkan disuruh untuk melakukan perbuatan tersebut (mencontoh) dan hasil akhir dari mencontoh, menjadi milik yang mencontoh.

Jika kita melihat pada hasil akhir, bisa disimpulkan bahwa kedua perbuatan pada akhirnya menguntungkan sipelaku. Mungkin menjadi sulit membedakan, mana hasil siplagiat dan yang mana hasil mencontoh.

Contoh kasus.
Template blog ini, mencontoh desain satu kolom milik Dani Iswara, dengan modifikasi seperlunya.
Apakah ini termasuk perbuatan plagiat?, rekan-rekan yang tidak tahu prosesnya dan hanya melihat hasil akhir akan beranggapan bahwa benar perbuatan ini masuk kategori plagiat.

Adakah pendapat lain, jika saya mengatakan bahwa pembuatan template ini sudah seijin admin Daniiswara.net?
Apakah anggapan akan berubah menjadi ‘hanya mencontoh?’ (jika ragu silahkan konfirmasi dengan Bli Dani). Template ini, hanya mencontoh tampilan antar muka, sementara coding-nya mungkin jauh berbeda.

Ops, ini hanya contoh “plagiat” dan “mencontoh”. Jadi berhati-hatilah, jangan sembarangan mengeluarkan kata plagiat, mendengarnya saja sudah jelek. Pepatah berikut mungkin masih memiliki kesaktian kata “Lidah lebih tajam dari pedang”.

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

70 Tanggapan

  1. dani says:

    [Bergaya {sok} penyunting]
    KBBI daring itu KBBI dalam jaringan, bukan jaring.

    Minta izin (bukan ijin!) itu memang sesuai etika. Tapi jika lisensi karya yang disontek (bukan contek!) tidak mengharuskan itu, silakan gunakan sesuai lisensi tercantum.

    Benar, Pak Aldy sempat minta doa restu saya (teks di sebelah kiri dicoret) meminta izin saya untuk memodifikasi templat itu. Sesuai lisensi yang saya pakai, silakan. Saya pun menyontek/belajar hasil modifikasi Pak Aldy. 🙂

    Ya, sesuai koreksi Bang Rudy di atas, tautan rujukan blog saya di konten ini salah keitk. Bukan gila ‘backlink’, tapi itu berpeluang mengecoh pengguna.

    • Aldy says:

      Bli Dani,
      😀 benar-benar cocok jadi editor, terima kasih koreksinya. Sudah dibetulkan semua, mohon maaf jika tautannya tidak sempurna dan tidak ada niat mengecoh pengguna 😉

  2. budiarnaya says:

    Waduh ini kembali kepada Masing – masing Bang yach.. terkadang ilmu yang kita terima juga dari Buku maupun orang lain, melalui pengalaman pribadi maupun orang lain, (dalam negeri maupun luar negeri) termasuk saya dapat ilmu dari Abang, lalu saya terapkan di tempat kerja rekan beranggapan pasti saya yang bisa, padahal saya belajar dari tutorialnya Abang. 🙂

  3. dedekusn says:

    Betul banget, mencontoh itu baik…. bahkan dianjurkan jika kia tidak memiliki kemampuan untuk mencipta sesuatu g baru. Kalau plagiat? .. waah… kedengerannya saja bikin kuping ‘rebing’

  4. febriy says:

    lebih enak pake kata terinspirasi…….. inspired by…….. itu lebih gmana gtu kyknya…… 😀 ada kesan berfikir lebih lanjut dibandingkan mencontoh atau plagiat… hhe

    • Aldy says:

      Febriy,
      hanya kedengaran lebih enak, tetapi esensinya sama?

      • febriy says:

        esensinya lebih menghormati sourcenya pak, kalo mencontoh PR di sekolahan ga lucu kan kalo ada tulisan credit kyk mencontoh dari………..
        lebih enak terinspirasi oleh………..
        (dalam sebuah karangan misalnya..) hha, wis ngawur,. 😆

  5. Riky Rizkiyana says:

    Wah saya kira template ini dapet download 😆
    Ternyata pak Aldy sama seperti saya dong. Template blog saya juga mencontoh desain ArdianzZz (yg pastinya sudah mendapat izin), walaupun beliau sudah redesign.

    • Aldy says:

      Dapat donlod? nggaklah. Buat sendiri bisa, walau banyak error, apalagi keponakan saya PHP Ninja selalu siap membantu.

      Tampilan satu kolom, memang mencontoh milik Bli Dani, tapi Riky sudah pernah berkunjung ke blog Bli Dani, nggak?

      • Riky Rizkiyana says:

        Owh itu keponakan pak Aldy ya (bener gk sih?) :mrgreen:
        Tapi saya tidak berani berkomentar pak, saya kurang mengerti isi postingannya. Saya belum mengerti bahasa PHP dll. 🙁

        Pasti sudahlah pak. Siapa sih yg gk kenal beliau 🙂

  6. Padly says:

    Salam Pak Aldy…

    Lama ga’ kesini. Sekarang punyaku sudah kukasih footer untuk ngasih credit kepada yang ngasih tuts, background dan ampersand.

    Cuma itu yang bisa Aku lakukan (biar ga’ disebut “Pencuri” -Ntar dikejar sama Satpol PP dan Densus-):D

    • Aldy says:

      Padly,
      Pemberian kredit itu lebih dari cukup, saya bahkan tidak memberikan kredit apa-apa ke bli Dani 🙁

  7. iskandaria says:

    Kita kembalikan saja pada tujuan utama perbuatan meniru tersebut. Jika untuk kepentingan komersil (keuntungan pribadi, tapi dari hasil mencuri karya orang lain), itu tergolong plagiat. Tapi kalau tidak ada motivasi uang/keuntungan pribadi, menurut saya cukup dibilang meniru/mencontoh, sepanjang yang ditiru/dicontoh tidak merasa dirugikan saja sih 🙂

  8. imadewira says:

    kalau menurut saya, yang jelas konotasi dari plagiat itu jelek, sementara mencontoh masih lebih baik.

  9. Plagiat jika menulis berdasarkan satu sumber, sedang jika berdasarkan banyak sumber itu namanya riset…

    Bgitulah kira – kira pendapat hamba Kakang Prabu…

  10. 'Ne says:

    betul juga tuh kata2 plagiat sangat tidak enak di dengar, dan lagi artinya memang berbeda dengan mencontoh. jadi sebelum menuduh plagiat lebih baik di teliti dulu..

  11. Membangun ciri khas pribadi mungkin cukup membantu mencegah orang lain melakukan tindakan plagiat terhadap hasil karya kita, sekaligus memperkuat prinsip bahwa plagiat adalah tipe orang tidak percaya diri.

    • Aldy says:

      Benar Bli.
      Dengan membangun kredibilitas yang baik kita bisa membendung tindakan tersebut. Tetapi yang namanya plagiat, selalu punya akal bulus.

  12. Oooooh……… gitu ya?
    ternyata memang berbeda arti kedua kata tsb ya Mas Aldy.
    mungkin mencontoh lalu mengembangkan, adalah lebih baik ya dr pada mencontoh langsung plek .
    salam