Please Blogger

Mungkin sudah jamak, dalam dunia ini selalu ada senior-junior, oldest-newbe, tua-muda.

Demikian juga dengan dunia blogger, dan satu hal yang menarik dunia antah berantah ini. Kita tidak pernah bertemu dengan blogger lain (sebagian besar), tetapi bisa merasakan keakraban yang sangat dekat.

Ternyata dunia maya memberikan tambahan kebahagiaan sendiri yang tidak didapatkan pada dunia offline. Tentu saja dengan kiprah yang benar.

Jika sudah seperti ini, seharusnya tidak ada lagi jiwa-jiwa yang kosong. Atau kekosongan memang harus selalu ada?

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari tiga orang putu (update). Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

63 Tanggapan

  1. Vulkanis says:

    Ya..pokoke sagala aya

  2. jarwadi says:

    barangkali manusia memang perlu kekosongan/kesepian pak,hehehe

    salam

    • Aldy says:

      Kadang-kadang kita perlu juga mengosongkan fikiran agar tidak suntuk. Tetapi tidak boleh kosong selamanya.

  3. Saya kira kekosongan selalu kita butuhkan Pak Aldy, paling tidak untuk merefleksi diri.

  4. ganda says:

    Kalau kosong, ada yang bisa di isi. 😀

  5. Terkadang kosong itu belum tentu tidak berisi, hanya saja ndak tau isinya apa..
    hehhehe..jawaban ngawur.
    Pertanyaannya berat banget..kembali ke masing2 narablog saja mas.

  6. TuSuda says:

    Selalu ada ruang di dunia ini yang masih ada isinya, tidak hampa sekali, minimal ada udaranya (oksigen) yang menjadi bagian penting dalam kehidupan. Salam… 8)

    • Aldy says:

      Karena udara tidak kelihatan, makanya walaupun sebuah ruangan pasti berisi udara, semua kita akan mengatakannya kosong Bli. padahal isinya esensial sekali.

  7. JhezeR says:

    benar mas, saya malah lebih akrab dengan sobat blogger dibanding tmn yg kenal via jejaring sosial

  8. iiN says:

    justru karna ada “kosong” itu maka sesuatu itu bisa jadi bermakna.. 🙂

    iya ah, simple tapi berat nih pertanyaannya… hiii..
    -salam blogger mas – jadi inget setahun yg lalu pas saya baru bikin blog, mas Aldi yang comment di postingan pertama saya.. hiii

    • Aldy says:

      Iin, begitu bermaknanya sebuah kekosongan itu?
      Ops, kalau berat ntar kita pikul sama-sama dan tidak terasa blog Iin sudah berusia satu tahun. Selamat.

  9. bayuputra says:

    benar sekali pak … dengan adanya blog saya jadi bisa mengenal Pak Aldy .. seorang yang hebat tentang IT bagi saya … dan orang yang telah banyak membagi ilmunya untuk saya …
    Blog memang hebat .. dan Pak Aldy TOP BGT …
    Salam hormat dari Kalimantan Tengah ..

    • Aldy says:

      Hahaha…Mas Bayu bisa saja.
      Kalau gitu kapan waktu saya ke Palangkaraya saya kontak. Kita kopdar dengan Mbak Agnes.

  10. wadaw…., berat nie kayaknya bahasannya.

  11. saia pernah mengalami hal oldest-newbie 🙂 tapi akhirnya saia menyadari bahwa hal itu tak perlu dirisukan, dan i’m still blogging ’till today 😉
    btw, coba mampir disini pak:
    hxxp://www.itikbali.com/2009/11/rasisme-dalam-dunia-blogger.html

    • Aldy says:

      Tulisan Itik-bali tersebut cukup menggugah, tapi mungkin itu hanya kasuistik saja. Jika hanya newbee dan oldest saya kira lumrah saja, walaupun belum tentu yang old lebih baik dari yang new 😀

  12. isi itu kosong dan kosong adalah isi. hehehe.

  13. Faktanya blogging memang mampu mengisi kekosongan jiwa sekaligus kekosongan pikiran saya, mas. Tapi jangan terlalu penuh, karena kosong juga diperlukan buat pergerakan/dinamika.

  14. biarpun Mas Aldy jauh nun di seberang lautan, namun aku selalu merasa dekat melaui tulisan2 disini, malah ketika Mas Aldy bercerita ttg kegiatan2 disana, serasa aku ikutan.:)
    Terutama ttg rumah pohon kita ya …. 😀 😀
    salam

  15. asop says:

    Lho, kosong itu berisi, dan berisi adalah kosong. Jadi, kosong akan selalu ada, Pak. 😀 😀