Private Test Laman Blog/Web

Tulisan ini hanya sebuah hasil test kecil dan bersifat khusus untuk seorang blogger yang sudah berusia kepala empat menjelang lima. Pemicunya adalah tulisan dan diskusi singkat dengan Bli Dani, tentang web yang enak untuk seumuran saya tanpa perduli dengan teori validasi segala macam. Tidak ada link untuk blog-blog dan website pemerintah yang ditelusuri, hal ini untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan 🙁

Ada 20 (dua puluh ) blog pribadi dan 5 website milik pemerintah yang coba ditelusuri. Ada dua metode yang saya gunakan, metode pertama dengan melengkapi seluruh kebutuhan standard komputer dan metode kedua dengan pola terbatas ( disable images ).

Dari hasil berburu tersebut, dapat disimpulkan dengan sederhana :

  • Loading blog yang ringan dan cukup cepat. Saya menjadi kesal sendiri saat membuka sebuah blog loadingnya tidak pernah berhenti ( entah apa yang diloading, bahkan setelah di refresh-pun masih tidak sempurna ). Blog-blog yang berat seperti ini akan membuat saya meng-klik tanda silang pada pojok kanan.
  • Ukuran huruf yang cukup besar ( default 1em ), diatas latar cerah dengan tulisan tidak terlalu hitam untuk artikel yang panjang. Untuk artikel yang pendek dengan warna latar #FFF dan tulisan #000 atau sebaliknya masih bisa ditoleransi. Pada saat disable images huruf tidak hilang atau menjadi samar-samar atau pada saat hover huruf tidak menjadi hilang.
  • Chapta Captcha yang rumit, keinginan memberikan komentar biasanya saya urungkan jika Captcha/re-Captcha terasa rumit. Saya tidak anti Captcha/re-Captcha, tetapi menggunakan yang sederhana dan dapat tampil dengan baik pada saat disable image sungguh menyenangkan.
  • Antar muka lintas browser, test ini menggunakan peramban Firefox 3.6.6, Opera 10.35 dan Internet Explorer 8 serta System Operasi Windows 7. Sungguh menyedihkan, website milik pemerintah tidak dirancang lintas browser. Mayoritas tampil baik di IE8 tetapi memiliki tampilan yang aneh pada FX 3.6.6 dan Opera 10.35
  • Bilah sisi Laman web/blog berkedip seperti kembang api, saya langsung meninggalkan blog tersebut, kepala menjadi cenut-cenut dan pandangan menjadi terganggu
  • Iklan pada area tulisan (postingan), biasanya dari google adsense. Mungkin bisa dipertimbangkan kembali, meletakan iklan pada area tulisan adalah pemaksaan secara sepihak kepada user agar membaca iklan. Bisa menghasilkan uang dari blog adalah pekerjaan terhormat, tetapi mengorbankan pengunjung/user bukan tindakan yang baik, saya sangat terganggu dengan adanya iklan pada area postingan
  • Iklan lebih banyak dari artikel, mendingan pergi dan tak kembali. Kunjungan saya untuk membaca artikel dan saya bukan mencari lowongan pekerjaan atau barang dagangan 🙁
  • Super Link, yang dimaksud bukan tautan super yang bisa menghasilkan harta karun, tetapi banyaknya link dalam area postingan. Ditemukan sebuah blog, untuk sampai pada area komentar dibutuhkan 83 kali menekan tombol tab. Hey Guy, saya bukan sedang berkunjung di Wikipedia
  • Super Kategori, apakah setiap artikel satu kategori ?

Hal-hal diatas cukup mengganggu ketika berkunjung ke sebuah blog/website, sebenarnya masih ada yang lainnya tetapi masih dalam cakupan yang dapat ditoleransi. Entahlah untuk satu atau dua tahun kedepan. Kasihan juga ya jadi orang yang sudah tua 🙁

Kalau masih dirasa kurang, silahkan telusuri halaman testing berikutnya.

Tulisan ini tidak ingin memvonis atau apalah namanya, semua ini semata-mata murni penilaian pribadi dari seorang blogger yang mulai uzur dimakan usia. Sekali lagi saya mohon maaf tidak menyertakan link blog/website yang saya uji. Tidak kredible ? ach… biar saja, siapa yang perduli ?

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Aldy Markopiola

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari tiga orang putu (update). Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

89 Tanggapan

  1. Mang Umarr says:

    sama mas, saya juga suka sebel kalo blog terlalu banyak iklannya, selain iklan itu membuat berat blog, iklan tersebut juga jadi membuat blog tersebut gak enak d pandang karna terlalu banyak di pasangin iklan.

    • Aldy says:

      Sebenarnya adanya iklan sah-sah saja, toh blog juga perlu makan. Tapi tolong penempatan yang bagus dan tidak mengganggu area postingan.

  2. indam says:

    bermanfaat banget gan, banyak yang saya setujui dari pon poin di atas!

  3. yang pasti sih saya udah gak bisa lagi kalo ketemu blog yang backgroundnya pakai gambar yang mencolok yang justru mengganggu tulisan di depannya…

  4. julianusginting says:

    pak punya saya gimana?ribet ga?masuk daftar DPO ga?tak tungguin ya pak 😀

    • Aldy says:

      Julianus,
      Sayangnya milik bro tidak termasuk, saya sudah biasa bermain kesana jadi sudah tahu apa yang harus saya lakukan 😀

  5. rismaka says:

    Waduh, saya jadi agak tersentil neh 😀
    Blog saya kan penganut super link dan super category 😆

    • Aldy says:

      Ha…ha…ha…
      bukan seperti yang saya maksudkan mas, ach… super kategori tersebut memang tidak saya sertakan penjelasan yang memadai 🙁

  6. alief says:

    kalau punyaku kayak apa ya?
    kayaknya dari semua itu gak ada yang lolos sensor ya?
    🙁

  7. ya…, aku juga merasa sebel betul kalau blog itu berat loadingnya.

    • Aldy says:

      Pelintas batas, kalau loadingnya terlalu berat masih ada tombol silang pada pojok kanan atas atau Ctrl+F4

  8. Rudy Azhar says:

    kalau saya pasrah aja Mas, tapi saya coba perbaiki step by step untuk bisa usabel buat kalangan mana saja….

    BTW. blog saya ikutan di test juga nggak (ngarep, mode:ON) 😀

    • Aldy says:

      Saya kira Mas Rudy bukan orang yang pasrah 😀

      Sayangnya kemarin tidak ikutan ditest mas, karena hanya fokus pada blog-blog yang belum pernah saya datangi sebelumnya 😀

  9. blog ini mantap.. ringan sekali loadingnya 😀

  10. Epenkah says:

    waduh, postingan saya dah pake iklan nih skrg, bisa2 mas Aldy dah gak mau mampir lagi di blogku 🙁

    • Aldy says:

      Awas !!!
      Sepanjang diatur yang baik nggak masalah kok, lagian usernya bukan cuma orang tua seperti saya 🙁

      Piss Guy.

  11. jangan lupa bawa kursi rodanya ,Mas Aldy (* blogger uzur dimakan usia *) 😀

    paling sebel, pas lagi baca2, eh tiba2 ditutupi oleh pesan :’ ada satu message utk anda,silahkan klik disini” 🙁
    ini, sungguh sangat mengganggu sekali
    salam

    • Aldy says:

      He…he…belum sampai kesana Bunda.

      Loh ? berarti bunda sedang beruntung dapat hadiah ringtone cantik 😆

  12. fety says:

    sepakat, pak. saya selalu meninggalkan blog yang berkedap-kedip. ntahlah dengan mata yang sudah hampir uzur rasanya tidak terlalu nyaman membaca ditemanin kedap-kedip aneka warna.

    Sepertinya internet explorer memang menjadi web favorit dari website bbrp departemen. Sayangnya, jarang ada kotak saran yang bisa membuat kita berpendapat klo adminnya perlu memperhatikan pengunjung yang menggunakan web browser selain IE.

    • Aldy says:

      Mbak Fety,
      Saya memang memiliki gangguan pada penglihatan, terutama untuk kedipan cahaya yang cepat.
      IE banyak digunakan pada Website pemerintah, mungkin pertimbangannya berkenaan dengan microsoft?

  13. bimaSakti85 says:

    hallouw sob , salam blogwalking 😀

  14. ganda says:

    typo kah? captha -> captcha?

  15. dani says:

    Pak Aldy,
    masalah di super kategori apa saja ya?
    Bagaimana jika situs ber-‘super kategori’ tapi sudah menyediakan menu breadcrumb?

    • Aldy says:

      Bli Dani, masih layak diperdebatkan.

      Disitu salah satu masalahnya, banyak kategori tetapi tidak disertai menu breadcrumb, selain itu yang menjadi pertanyaan saya, apa setiap artikel harus menjadi bagian dari beberapa kategori?

      Contoh kasus :
      1) Artikel ayam, masuk kategori Unggas, binatang bersayab, ternak berkaki dua
      2) Artikel bebek, masuk kategori Unggas, binatang bersayab, ternak berkaki dua juga.

      Dari dua kasus diatas, kesimpulan saya mungkin ada baiknya hanya dikategorikan Unggas saja.

      Menurut saya, kategori menjadi super kategori, ketika saya meng-klik binatang bersayap keluar Ayam dan Bebek, begitu juga dengan Unggas dan ternak berkaki dua.

      Mungkin tidak ada yang salah disana, tetapi menjadi sulit bagi saya karena setiap kategori yang saya klik menghasilkan barang yang sama 🙁

      • dani says:

        Pak Aldy,
        memang, banyak tulisan yang sama & berada di kategori berbeda bikin boros waktu penelusuran. Dari awal, pengelola sebenarnya bisa merencanakan kategori yang jelas dan deskriptif. Tapi, di tengah jalan, kadang ada topik yang bisa bersinggungan. Misal aksesibilitas dan ‘usability’, standar Web dan semantik, WordPress dan XHTML. Saya sendiri pernah bingung juga mau dimasukkan ke mana? 🙂 [Ini bukan pembelaan karena saya mendukung pemakaian satu kategori yang jelas.]

        • Aldy says:

          Bli Dani,
          Saya sangat suka dengan fitur ini, tetapi ketika pemakaiannya menjadi berlebihan dan justru mempersulit penelusuran mungkin perlu dipertimbangkan kembali. Satu artikel masuk lebih dari dua kategori menurut saya berlebihan.

          Jika penulisan artikel dilakukan dengan struktur yang baik, pastinya dalam artikel tersebut ada pranala/tautan/link ke artikle lain yang menjadi rujukan, bagi saya ini lebih memudahkan (pranala/tautan/link yang berhubungan; bukan hanya sekedar link menuju kata kunci tertentu).