Tamu Istimewa

Aku lagi asyik melamun, rokok yang yang sudah dinyalakan dan baru dua kali dihisap sudah hampir separuh terbakar dan terus menyala.
“Ooom….,Oom Aldy…, Ooommm Aldyyyyyy….”, lamunanku buyar dan kembali kealam nyata. Anak seusia 7 tahunan membuyarkannya.
“Om ada tamu, katanya cari Pak Aldy”, sianak menjelaskan alasannya kenapa membuyarkan lamunan yang membuat aku sampai extacy.

Kupandangi wajahnya dan kuselami tatapan matanya dalam-dalam, karena anak ini rada degil dan sering ngerjain.

“Benar Om, sumpah…saya ndak bohong…”, kembali dia mencoba meyakinkan.

“Mana orangnya ?’, aku akhirnya mengeluarkan suara.

“Di depan Om, tadi saya ajak langsung kesini dia ndak mau…”

“Ya sudah, ganggu aja…sana kamu main lagi, sekalian diatas meja ada bombon boleh kamu ambil”

Dia langsung membalikan badan dan masuk rumah kemudian hilang tak berbekas, mungkin langsung keluar dari pintu depan.

Karena selama ini anak-anak selalu aku bebaskan jika main kerumah sepanjang tidak membuat onar.

“Jangkrik…”, aku merutuk  dalam hati, ndak bisa melihat orang senang apa, selalu saja ada tamu.

Setelah membersihkan tangan dan mencuci muka dengan gaya cowboy, aku keluar untuk menemui tamu yang katanya mencari aku.

Kuperhatikan dengan seksama, seorang laki-laki agak gemuk, berambut cepak dan berwajah agak bulat. Mengenakan celana potongan, kemeja lengan pendek sepintas kulirik kebawah ops…sepatu Bally mengkilat seperti habis disemir. Hmm…ternyata dia juga mengenakan sabuk yang mahal, karena ada logo YSL dengan warna kuning keemasan.

Tetapi kenapa kepalanya sebelah kanan ada tonjolan seperti telor ayam ? dan sepertinya sedang menahan sakit karena tonjolan itu.

“Hhekkk….khemmm, anda mencari saya ?”, saya menegur sang tamu.  Kelihatan kalau dia agak terkejut, kemudian bangun dari duduknya ( ternyata kursi kusam itu masih ada gunanya juga saya letakkan diteras depan ).

“Bapak yang bernama Aldy ?”, sambil matanya memandang penuh selidik.

Bah…, aku bertanya dia malah balik bertanya, andai saja dia bukan tamu yang katanya mau berjumpa, mungkin sudah kusuruh pergi.

Agar tidak berpanjang lebar (aku masih mau meneruskan lamunanku ),

“Kenalkan, saya Aldy, Aldy M. Aripin…”, sambil menyorongkan tangan untuk menyalaminya.

Dia menatapku seakan tidak percaya, pandangan matanya penuh dengan kecurigaan dan dipandanginya aku dari ujung rambut sampai keujung kaki…

Aku benar-benar keki dibuatnya, emangnya aku maling ayam ?

“Pak….Pak…saya Aldy, kenalkan saya Aldy…”, aku mencoba mengingatkan dia kembali bahwa yang ada dihapannya saat ini adalah Aldy, bukan Jin Tomang.

Dia kembali menatapku, tapi tatapnnya kali ini penuh dengan senyuman, terpancar diwajahnya rasa kegembiraan yang luar biasa, dan sepertinya dia sudah melupakan kepalanya yang sedang benjol. Dan dengan serta merta dia langsung memelukku…

“Saya Guskar Mas, Kyaine Pandeblogan…”ucapnya perlakan.

Andai saja disore tadi ada guntur diatas kepalapun aku tidak akan sekaget ini.   Aku dorong dia sedikit kebelakang.

Dengan tajam kutatap matanya. Sambil kupegang kedua bahunya dengan cengkraman yang lumayan keras, karena selain kaget bukan kepalang, aku juga masih ragu.   Apa benar laki-laki tegap dihadapanku ini adalah Guskar ? Direktur Utama Guskar.com sekaligus merangkap sebagai kyai dipandeblogan ? Dalam hati aku mempersiapkan diri dengan siaga merah, jika dia bohong dan dengan beraninya menjual nama besar Agus Sukarno Suryatmojo, maka dia akan menikmati uppercut-ku.

“Mas, saya Guskar…masa mas Aldy lupa denga saya ?”, ada sedikit nada kecewa diucapnya.   Ahh…kini aku yang salah, perlahan kulepaskan cengkaramanku dibahunya dan kupeluk dengan erat, dia juga memelukku dengan hangat…bahkan semakin lama semakin hangat dan akhirnya terasa panas…

“Adoooww…”, aku terpekik kecil, Guskar yang tadi kupeluk hilang dari pelukan…telunjuk kanan dan jari tengahku terasa terbakar api, tenyata jemariku terbakar api rokok. Lamunan dan lamunanku buyar.

“Tok..tok…tok…”, ada yang mengetok pintu. Dengan malas aku mengangkat pantatku yang lengket dengan lantai.

“Bang ini ada kiriman buku untuk abang”, sipengetok pintu meyorongkan sebuah bingkisan warna warni.

Kuperhatikan alamat pengirimnya “Agus Sukarno Suryatmojo”, aku tersenyum.  Buku yang kunanti-nanti akhirnya datang juga.

Terima kasih Guskar.   Bukunya sudah diterima dengan selamat tadi sore sekitar jam 17.00 WIB.

Sekali lagi terima kasih dan Sukses Selalu.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Aldy Markopiola

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

23 Tanggapan

  1. guskar says:

    hua..ha..ha…
    pantesan seharian kemarin saya keselek terus ketika makan.. ternyata saya sampai juga di kalimantan..
    setengah mati saya cari alamat mas aldy. TIKI yg biasa mampir di padeblogan menolak, krn alamat mas aldy nggak dikenalnya. e-mail yg diberikan hanya nama “rumah” dan nama kabupaten (klo nggak salah mas aldy salah ketik kelebihan huruf “a”). saya pun minta tolong kepada google. akhirnya saya dapatkan kode pos-nya. ketika saya konfirm ke kantor pos, benar kode pos itu.
    alhmd, mas aldy menerima buku itu. smg bermanfaat dan bisa menghibur ketika masuk hutan 🙂

    • Aldy says:

      Perjalanan yang cukup singkat, kirimannya Mas Cholik dan Mbak Dewi Yana sampai sekarang malah belum ada kabar beritanya.
      Terima kasih Gus, memang setelah saya teliti ulang diemail ada sedikit kesalahan. Tapi emang dasar lagi rejeki ya datang juga.
      Guskar mungkin nggak percaya, bukunya sudah tamat dibaca dan akan diulangi lagi. Jangan heran kalau postingan diblog ini nanti ada yang berkitan dengan sebagian isi buku yang penuh dengan inspirasi itu. Btw, sekali lagi terima kasih.

  2. Deka says:

    keduaxxxxx Mode ON
    Ow kiriman buku dari pak Kyaine Pandeblogan udah nyampe rupanya ooom, berarti lama sekali baru nyampe om. emang lokasi oom susah sekali ya didatengi pak pos, pak tiki, dkk seperjuangannya…???

    • Aldy says:

      Sangat sulit, untuk sampai ke kota kecamatan terdekat (kec.Ella Hilir), menempuh perjalanan Sekitar 50 Km. Apalagi mau ke Kabupaten, kalau di Kota Besar 50 Km jarak yang dekat, tapi disini jarak 50 Km terasa jauh. Yang ada Tiki hanya di Nanga Pinoh.

  3. Deka says:

    ketigaxxxxx Mode ON
    mmm tulisan ini sedikit menipu otak saya tapi alham. dengan mata sharingan akhirnya bisa keliatan nyata maksud dan tujuannya, hehehe Om aldy emang jagoooan soal beginian. hihihiihii…

    • Aldy says:

      Masak sih ? apa karena anak kecil yang kurus itu ? Hmm, nggak percuma punya keponakan yang punya ilmu kanuragan.

  4. sobatsehat says:

    saya pikir orang nya bang………….

  5. Mamah Aline says:

    selamat mas dapat buku dari kyaine guskar…

  6. ceuceusovi says:

    hehehe… mendapat cinderamata dari sobat di dunia maya sungguh sensasinya luar biasa ya mas… sudah 5 buku saya dapat dari bapak Agus Sukarno itu.. 2 diantaranya sudah tamat dibaca..yang 3 lainnya ada disamping saya dan saya baca di sela2 pekerjaan saya.. bukunya sgt bermanfaat bahkan teman kantor saya ikut membacanya.. satu lagi manfaat dari ngeblog ya mas Aldy.. selamat atas bukunya..

    • Aldy says:

      Benar Teh Ceuceu, ada kebahagiaan sendiri yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Dan ini memang salah satu manfaat dari ngeblog. Kalau punya saya, buku datang jam 5 sore, jam 12.00 sudah rampung Teh. Sekarang baca yang ketiga kalinya, habis itu giliran, karena putri yang pertama sudah minta dikirimkan.

  7. nakjaDimande says:

    wah alamat mas aldy susah dikenali sama pak pos ya? klo gitu mending bundo langsung datang kesana saja ya mas? ikutan masak lempok durian 😀

    • Aldy says:

      Bagaimana nggak susah bunda, wong orangnya kerja ditengah hutan. Kalau bunda mau datang kesini bikin lempot durian sama-sama dengan keluarga besar saya, tunggu musim durian tiba.

  8. tary says:

    wahhhh serunya, selamat ya mas 🙂

  9. arkasala says:

    Ketika belum membaca sampai akhir saya agak merinding Mas membacanya, ada rasa haru banget. Kupikir betapa hebat dan hangat di area kopdar seakan sahabat lama yang baru ketemu lagi diliputi rasa haru.
    Namun begitu memang betul ada rasa haru pula ketika menerima bingkisan dari sahabat. Saya merasakannya walau tak bisa mengemas dalam bentuk cerita yang mengharukan seperti ini.
    Selamat Mas 🙂

    • Aldy says:

      Hiii….hiii…sebetulnya inspirasi cerita ini juga berawal dari blognya Guskar yang menceritakan kepalanya benjol karena bermimpi jadi presiden direktur.
      Sekalian saja kang saya tulis, trus saya link ke Guskar biar nyambung ceritanya kenapa sitamu kok kepalanya benjol…..

  10. duh, Mas Aldy, bunda jadi kut deg2an bacanya, kirain………….
    eh, ternyataa………………….
    Selamat ya Mas Aldy, buku dr Gus dah sampai.
    salam hangat utk keluarga.
    salam.

  11. BlogCamp says:

    Malah cepat ke Kanada, hanya 10 hari sudah sampai mas ha ha hak
    saya di Kaltim 12 tahun,jadi tahu kok kondisinya.
    Salam hangat dari Surabaya