Tamu Misterius…

Azan mahgrib baru saja selesai berkumandang dengan merdu, masih terdengar lamat-lamat suara terakhir sang muazin. Aku masih diam, termangu dengan sebatang rokok yang sedang menyala. Tatapanku jauh menerabas bukit sebunga yang menjadi pemandangan hari-hari dilokasi kerja. Aku sendiri bingung apa yang ada dalam fikiranku saat ini. Kosong.

“Anak muda…kamu tidak sholat ?”
Aku celingak-celinguk, menoleh kekiri dan kenan mencari sumber suara yang menegurku dengan halus. Jelas terdengar suara itu ditelingaku, tapi aku tak melihat sosok siapapun yang ada didekatku. Yang ada hanya aku sendiri, berdiri terdiam dikeremangan senja itu.

“Sholatlah wahai orang muda, mintalah petunjuk kepada yang menciptakan kamu, agar fikiranmu tidak gamang dan galau seperti saat…”, kembali terdengar suara aneh itu. Aku menegak tubuh dan mendongakkan kepala. Siapakah kamu gerangan orang asing yang tak nampak didepanku ? Siapakah kamu yang beraninya menasehati Tuan Mudamu ?
Hmmm….tiba-tiba aku tersadar dari kepongahan dan kesombongan, bukankah azan mahgrib sudah berlalu ? Kenapa aku tidak mandi, wudhu dan menjalankan kewajibanku ?
Perlahan kubalikan tubuh, menggapai handuk lusuh dan bergegas mandi. Kemudian aku menjalankan kewajibanku.

Saat aku tengah khusuk, aku mendengar ketukan pintu. Kunyaringkan bacaan kewajibanku. Rupanya dipengetuk pintu tahu kalau aku sedang menjalankan perintah. Samar kulihat dari sudut mataku dia meletakan sebuah amplo casing di meja komputerku.

Aku meneruskan kewajibanku, seakan-akan tidak tahu kehadirannya dan diapun berlalu begitu saja. Aku segera menyelesaikan tugasku. Tanpa menghiraukan amplop yang ada dimeja, kembali aku meraih rokok dan menyalakanya.
Sekilas kulihat amplop cassing tersebut. Tiba-tiba tanpa ada angin dan hujan badan ku bergetar hebat. Keringat dingin mengucur segera mengucur dengan derasnya seperti darah yang menetes dari luka yang menganga lebar.

Diamplop tersebut jelas tertulis Nama Yang Tidak Boleh Disebut, ach kutukan apa lagi yang datang padaku kali ini ? Kenapa nama Besar itu harus datang dimahgrib begini ?.
Dengan tangan gemetar, kuraih amplop itu dan kusobek dengan memejamkan mata. Setelah merasa yakin semuanya aman, disertai dengan menyebutkan Asma Allah aku membuka mata….

Booommmm….sebuah buku berjudul “Pelatihan Shalat Khusyu’ “, karya Abu Sangkan terbentang di depan mataku.
Ops…mengingatkan diriku kembali akan kebesaran Sang Khalik, mungkinkah kewajiban yang kujalani selama ini hanya hiasan duniawi saja ?
Sudahkah aku menjalani dengan keyakinan dan keteguhan iman serta dengan kekhusyu’kan ?

“Anak muda…kini engkau tahu apa yang harus dilakukan….”, bergegas aku keluar untuk mencari tahu lagi sumber suara itu….
Dikejauhan, aku hanya melihat seorang wanita mengenakan kerudung berjalan menjauh dan membelakangiku…Aku ingin meneriakan namanya…tapi kerongkonganku tercekat…bukankah namanya tidak boleh disebut ?

Alhamdulillah ya Allah, rahmatmu masih mengalir melalui sahabat jauh yang tidak pernah kutatap secara dekat. Dan Terima kasih kepada Bundo yang sudah mengirimkan buku penuh dengan ajaran dan petuah. Semoga Allah SWT Membalas kebaikan Bundo.

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari tiga orang putu (update). Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

44 Tanggapan

  1. nakjaDimande says:

    Perempuan misterius itu balik lagi ke rumah mas Aldy, karena dia menerima pesan bahwa mas Aldy telah jatuh. Dia mengulurkan tangan membantu mas Aldy untuk bangkit kembali tapi ternyata dia tak sanggup karena ukuran tubuh tak kuat mengangkat mas Aldy. Dia lalu pergi lagi, mau minta tolong sama narablog yang lain.. 😛

    Semoga bukunya bermanfaat ya mas..

    • Aldy says:

      Terima kasih bundo, saya benar-benar kaget waktu itu, apalagi dengan nama yang hanya ditulis singkat, sempat membuat saya bengong. Tapi akhirnya saya tahu. Dan sekarang saya sudah bangun perlahan walaupun masih tertatih-tatih.

  2. Selamat ya Mas Aldy telah mendapatkan buku yg bagus dr Bundoku.
    cerita yg mengiringi datangnya buku ini, membuat bunda ikut bergetar, mempertanyakan diri sendiri, sudahkah cukup diri ini bersyukur padaNYA.
    salam.

    • aldy says:

      Yah Bunda, Bundo mengirim barang tanpa konfirmasi…, tahu-tahu muncul saja. Semisteri kerudung yang digunakan.

  3. ganda says:

    lappienya menawan. 😀

  4. narno says:

    saya juga pernah mengalaminya, dari pengirim yang sama,
    ketika mau pulang dari pesantren dicegat Satpam sambil mengacungkan paket berupa amplop, asli saya bengong. Tak pernah merasa minta kiriman atau pesan apapun, jangan-jangan salah alamat buat kepala sekolah kali, tapi kan jelas ada nama belakangnya itu hanya nama bapakku. dan lagi kata Mas Satpamnya itu paket dari ibu-ibu, nah lho siapa lagi ini.
    setelah lihat nama pengirim semakin bengonglah aku

  5. Den Hanafi says:

    Nama Yang Tidak Boleh Disebut?? hehe. saya serasa baca hary potter nih. 😀

  6. Den Hanafi says:

    Semoga sholatnya jadi semakin husyu kang.

    • Aldy says:

      Terima kasih Kang Hanafi, semoga saja dengan bantuan pelajaran melewati buku tersebut kekhusyu’kan makin bertambah.

  7. kyaine says:

    Dia yang Tidak Boleh Disebut Namanya mmg misterius mas. Tahu2 nyelonong ke alamat para narablog seluruh nusantara, dr sabang sampai merauke.
    **tp lama2 pak pos hapal dng rumah mas Aldy tuh 🙂

    • Aldy says:

      Benar Gus, nggak ada angin, nggak ada hujan tahu-tahu muncul saja.
      Pantas saja menyandang nama yang tidak boleh disebut.
      He…he…he…sekarang pak pos udah tahu Gus.

    • narno says:

      pak pos ke alamat rumahku tetap nggak tahu, meskipun sudah berkali-kali menyampaikan paket

  8. sauskecap says:

    wah selamat atas kirimat bukunya…

  9. Dangstars says:

    merinding Mas

  10. Dangstars says:

    Selamat membaca saja dan mengamalkan

  11. edda says:

    kalo udah ngmgin agama
    gw jd malu sendiri 🙁

  12. Deka says:

    Perasaan terlalu di dramatisir deh, hampir saja bikin salah perspepsi. ah tapi biasalah Om aldy emang suka bermain kata-kata ambigu soalnya, hahahhaha…
    [sorry baru bisa dateng lagi, kali aja ada tutix hahahha… {peace}]

    • Aldy says:

      Sependek pengetahuan saya ( maaf Bli Dhani, istilahnya tak pake terus ), cerita memang selalu didramatisir. Jika tidak didramatisir nggak seru jadinya.
      Tutik nggak ada, saya sudah dilokasi kerja. Ohya kemaren tutik dapat Domain .Com, dia minta saya settingkan, saya bilang minta bantuan om Deka saja. Tutik bilang males ama Om Deka, orangnya genit….hi….hi….hi…..

      • Deka says:

        Tuh kan gara-gara Om Aldy sich suka ngegosipin yang gak bener2 tentang deka mah. Nama Domainnya apa om…??? Tapi gak pa2 deh, lagian juga kalo jadi deka mau mudik ke palembang.

  13. Deka says:

    WOW LCD + Lappie+Mouse = Keren, hahahahah. Bagi atu dunk, hehehhe…

  14. Deka says:

    O ya jadi lupa selamet om atas kirimannya, jadi sekarang shalatnya harus khusyu ya, kan ada bukunya sekarang mah [sok-sok nasehatin]

    • Aldy says:

      Oh ya, Tengkiu Deka.
      Nah itu dia, sholat kayaknya jarang khusuk, yang sering sholatnya malah kasak-kusuk.

      • Deka says:

        Ketika Shalat
        – Lepaskan semua pikiran duniawi
        – Ingatlah seolah-0lah sebentar lagi anda akan meninggalkan dunia yang fana ini
        Insya Allah Akan Khusyuk, Kata Guru besar ke 5 saya. hehehhe…

  15. Gravisware says:

    mantaaap… ^^ semoga bukunya bisa memberi inspirasi pada kehidupan sehari-hari..