Tugas atau Refreshing ?

Setelah sebelumnya kita sedikit memperlajari Geo Tag, kali ini saya akan mengajak rekan-rekan kembali naik logboat. Jika sebelumnya kita ke Dusun Rambuk, sekarang ke Dusun Sungai Dungan I, Desa Laman Mumbung Kecamatan Menukung.

Tetapi didusun ini sudah tidak ditemukan lagi toras/sandung seperti di Desa Penyuguk. Menurut keterangan yang diperoleh dari Masyarakat sekitar, pemakaman sudah dilaksanakan dengan tata cara Katolik atau Protestan.

dalam longboat

Gambar 1 : Rekan-rekan narablog nampang dilongboat, belum tahu jauhnya berjalan kaki.

Perjalanan ini awalnya terasa mudah, karena pada saat berangkat menggunakan roda 4 dan dilanjutkan dengan Long Boat melalui sungai Melawi, kemudian dilanjutkan dengan memasuki sungai kecil tetapi masih bisa dilewati oleh long boat. Dari Dusun Laman Mumbung menuju Dusun Sungai Dakan ditempuh dengan berjalan jalan kaki sejauh ± 8 KM. Menurut masyarkat setempat bisa ditempuh dengan jalan kaki hanya 1,5 Jam.

nampang lagi dilongboat

Gambar 2 : Masih bisa bergaya, sebelum menempuh perjalan dengan jalan kaki.

Jujur, saya tersenyum kecut mendengar penjelasan mereka, apalagi jalan melewati perbukitan dan padang illalang. Saya membayangkan paling tidak membutuhkan waktu 2.5 Jam perjalanan. Tetapi karena tugas mau tidak mau dilaksanakan dan lebih ekstrim lagi saya hanya menganggap perjalan ini sebagai refreshing setelah setiap hari berhadapan dengan angka-angka didepan komputer.

rekan-narablog

Gambar 3 : Tingal 500 meter lagi mendekati Dusun.

Dan biasanya, setelah sampai di tempat tujuan perasaan lelah menjadi hilang. Apalagi jika disambut dengan sikap yang ramah dari penduduk setempat, kelapa muda dan ada yang bening-bening (ilmunya Deka :mrgreen: ).

Sayangnya tidak banyak angle yang bisa saya dapatkan karena kamera dibawa berulah ketika sampai dikampung (apes). Didusun ini kami menginap 2 malam. Dan sungguh terasa menyatu dengan alam dan penduduk sekitarnya.

Salam dan Happy blogging.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Aldy Markopiola

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

82 Tanggapan

  1. sunflo says:

    hmmmm sungainya keknya deras arusnya ya Dy…. ga sekalian arung jeram kecil2an…?? :mrgreen:

  2. rose says:

    keknya bakalan bersambung nie kisah perjalanannya ya Dy… ^^

  3. Deka says:

    Yang bening-bening didaerah seperti itu biasanya lebih alami ya Om, based on my experience. CMIIW

  4. Deka says:

    Sayang futunya agak burem om, jadi gak terlalu keliataan kumis [halah]

  5. nurrahman says:

    asyiknya naik perahu 😀

  6. zee says:

    Hahaha…
    saya suka baca caption-caption foto di atas. masih bergaya karena belum tahu akan lama jalan kaki wakakakaa….
    Yah tugas tapi sekaligus refreshing lah… 🙂

  7. Batavusqu says:

    Salam Takzim
    Duh senangnya, mirip mirip dengan saat saya ngontel di kampung orang kang, banyak sahabat baru yang didapatkan dan tentunya pengalaman berati juga tersimpan
    Salam Takzim Batavusqu

  1. 08/05/2010

    […] ke desa-desa penuh duka dan suka. Bayangkan saja, kaki sudah terasa kram duluan ketika tahu perjalanan dengan jalan kaki harus ditempuh lebih dari 4 ( empat ) jam. Tetapi ketika sudah sampai dikampung […]