Budak Blog

Budak blog? benarkah ada diantaranya kita yang sudah diperbudak oleh blog? mungkin saja ya, mungkin saja tidak. Blog, selain sebagai sarana untuk menuangkan ide, menumpahkan unek-unek, sarana provokasi, sarana cacimaki, sarana untuk mendsikreditkan orang lain dan sederet sarana lainnya, tetapi blog juga berpotensi memperbudak administrator blog. Kasus ini umumnya terjadi pada saat awal-awal membuat sebuah blog, saat semangat menulis masih sangat tinggi.

Yang bisa dikategorikan sebagai budak blog, jika kegiatan ngeblog sudah menelantarkan kegiatan utama lainnya. Misalnya, seorang pelajar atau mahasiswa, karena keranjingan nge-blog lupa dengan tugasnya sebagai pelajar/mahasiswa, sehingga pemahaman terhadapap mata pelajaran disekolah menjadi turun. Siapapun sang blogger, jika sudah sampai pada taraf menelantarkan pekerjaan utamanya, sangat layak gelar sebagai budak blog disematkan di keningnya!. Bahkan seorang istri/ibu sampai lupa mengerjakan pekerjaan rumah tangga gara-gara nge-blog, maka sang istri/ibu tersebut sudah dikategorikan sebagai budak blog.

Kriteri ini tidak termasuk didalamnya orang-orang yang berkecimpung sebagai fulltime blogger, karena pekerjaan utamanya memang sebagai blogger. Meraka yang memfokuskan dirinya sebagai fulltime blogger, biasanya justru lebih cermat mengatur waktu, mereka mampu menempatkan dirinya dengan baik saat berhadapan dengan blog, memiliki management waktu mumpuni, jadwal posting yang teratur dan memiliki banyak waktu untuk keluarga, karena sebelum terjun sebagai fulltime blogger mereka sudah berpengalaman sebagai blogger paruh waktu dan sudah mempertimbangkan sematang mungkin sebelum memutuskan menjadi fulltime blogger.

Bedanya dengan yang menjadi budak blog, jangankan membagi waktu dengan baik, untuk mengurus dirinya sendiripun kadang tidak mampu. Nah, jika meilhat kriteria diatas, apakah kita sudah tergolong budak blog? silahkan jawab dalam hati masing dan tidak perlu sewot dengan pembuat tulisan ini. πŸ˜€

Tulisan ini tidak bermaksud menghakimi ataupun menuduh pihak manapun, tetapi jika kebetulan anda termasuk didalamnya, silahkan instrospeksi dan koreksi kembali, apakah golongan tersebut benar seperti itu kenyataannya. Jika tidak, bersyukurlah. Karena dalam tulisan ini bersifat sepihak dan tidak dilakukan survey sebagaimana layaknya tulisan yang dikategorikan ilmiah. Lagi pula, ini bukan tulisan ilmiah.

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

84 Tanggapan

  1. marsudiyanto says:

    Kalau budak blog kayaknya enggak.
    Tapi kalau budak internet sangat mungkin

  2. febriosw says:

    Sepertinya sy bukan budak blog. Sebab sy ngeblog kalau pekerjaan utama sudah selesai. Di luar jam kantor. Tulisannya pun coretan apa yang didapat seharian tadi. πŸ™‚

  3. TuSuda says:

    Kalau masih paruh waktu, biasanya ngeblog dijadikan wahana corat-coret ide sambil berbagi pengalaman bersama kerabat ataupun sahabat.

    BTW, Maaf…saat mau membaca lewat laptop, warna latar batiknya, cukup menghalangi isi tulisan blognya Mas. πŸ˜‰

    • Aldy says:

      Ada sedikit masalah dengan image yang saya gunakan Bli, sekarang sedang dipertimbangkan untuk membuang image yang menggangu. Terima kasih masukannya.

  4. Hihihi, aku sebelum ngeblog pun pemahaman di sekolah udah rendah ahahaha
    Jadi bukan budak blog πŸ˜€

  5. nique says:

    budak blog? udah blum ya?
    hmm … jangan2 udah! bahaya dong πŸ˜€

    • Aldy says:

      Hahaha…emang kalau hari-hari kerjaan berhubungan dengan blog dan net, tidak masuk dalam kategori ini.

  6. dmilano says:

    Saleum,
    Aku sudah malas jadi Budak blog sekarang mas, sejak dapat SP dari kepsek aktivitas ngeblog ku jadi berkurang. memang terkadang ngeblog itu bikin kita lalai,…

  7. Darin says:

    Perumpamaan yang sadis pak πŸ˜€ Tapi memang harus begitu, kalau ngga ya kapan tersentilnya haha.
    Saya sendiri melihat blog sebagai peluang, dan berusaha memaksimalkan peluang tersebut. Adapun nanti jadi budak atau tidak, hmm, sepertinya saya harus memilih jadi majikan blog deh hehe πŸ˜€

    • Aldy says:

      πŸ˜† biarlah Mas, sesekali disetrum gak apa-apa. Saya juga tetap akan menjadi majikan blog.

      • Citro Mduro says:

        Saya sering jadi budak blog, apalagi pas hari libur seperti hari minggu. Kadang malas makan, malas mandi pagi. Duduk menghadapi blog

        selain menjadi budak blog, saya juga ingin memperbudak blog yang dapat memberikan tambahan bagi saya

  8. areximut says:

    kalau saya gini masuk fulltime blogger kah? Kerjaan utamanya sich berkutat dengan blog dan mengerjakan pesanan web usaha batik tetangga. Enakan jadi majikan blog aja dah, he he he πŸ™‚

    • Aldy says:

      Ari, kek sudah tergolong fulltime blogger. Kan penghasilan, bukanya hanya dari iklan, tetapi dari semua yang berhubungan dengan *.net

  9. tomi says:

    saat ini saya jg fulltime blogger pak… sambil nunggu dpt kerjaan πŸ˜€
    tp kalau udah kerja mgkn jadi budak internet kayak pak mars

    • Aldy says:

      Dengan mendapatkan penghasilan sebagai fulltime blogger, apa masih perlu mencari pekerjaan lain mas?