Bukan kebebasan absolute.

Memiliki blog (berbayar atau tidak) telah memberikan anda kebebasan untuk mengungkapkan segala sesuatu yang ada dalam fikiran anda. Anda boleh berbuat apa saja sesuka anda dan siap dengan segala resikonya. Karena setiap perbuatan (tindakan dan kata-kata) pasti memiliki resiko sendiri-sendiri.
Haruskah kebebasan itu tanpa batas? tidak, setiap kebebasan yang anda miliki harusnya memiliki batas-batas yang wajar, kebebasan tanpa batas sama dengan jahiliyah.

Anda bisa saja bebas untuk tidak memperbaharui tulisan, anda bebas menelantarkan blog yang sudah anda buat, tetapi anda tidak boleh bebas menggunakan blog sebagai sarana untuk memojokkan pihak lain, anda tidak boleh menggunakan blog sebagai sarana ajang caci maki dan menghujat orang lain.

Bukankah blog sama dengan catatan pribadi yang boleh berisi apa saja?
Esensinya mungkin sama, tetapi dampak yang ditimbulkan oleh tulisan anda diblog bisa berakibat fatal untuk diri anda sendiri. Karena tulisan yang dibuat pada media blog, cepat atau lambat, suatu saat akan terbaca oleh pengguna lain dan disaat inilah, jika tulisan anda melukai orang lain maka saat itu pulalah anda akan menuai hasilnya.
Diary offline mungkin bisa berisi apa saja, termasuk didalamnya caci maki terhadap orang-orang yang tidak anda sukai, tetapi karena hanya anda sendiri yang membacanya, dampaknya hanya anda yang merasakan.

Batasan-batasan inilah oleh sebagian rekan-rekan blogger dianggap sebagai etika nge-blog, tidak tertulis dan tidak pernah didekalrasikan secara terbuka, tetapi tertanam dalam jiwa masing-masing blogger. Dan tentunya setiap blogger memiliki batasan dan etika masing-masing, beda dalam penerapannya tetapi memiliki tujuan yang sama yakni menjaga harmonisasi sesama blogger, menjaga harmonisasi antara penulis dan pembacanya.

Jadi, kebebasan yang anda miliki diblog tetap memiliki batasan-batasan, terkecuali jika anda pun dengan senang hati dihujat dan dicaci maki orang lain. Siap?

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

28 Tanggapan

  1. Endi says:

    mungkin memang hal seperti ini sepatutnya ada didalam diri kita aja Om Aldy, dan seperti yang biasa orang-orang bilang, bahwasanya blog itu “bisa” menjadi cerminan dari pemiliknya..

    bebas boleh aja bagi saya Om, namun selalu ada batas dalam kehidupan ini yang tak bisa kita lewati..

    • Aldy says:

      Endi, kita memang harus memulainya dari diri sendiri. Kalau personal blog mungkin bisa menjadi gambaran sekilas pemiliknya 😀

  2. Cahya says:

    Sebenarnya bukan etika juga sih, kebanyakan kan sudah diikat oleh kontrak. Kalau pakai yang gratis ada syarat layanan yang membatasi. Kalau beli domain sendiri, ya masih ada UU ITE yang mengurungnya.

    Kecuali punya server sendiri, domainnya pakai alamat IP, itu pun tetap tidak membuat kekuasaan seorang narablog tak terbatas :).

  3. BagiBagiBlog says:

    Hmm.. Meskipun Si Admin bisa dgn bebas memakai Blognya sendiri tapi tetep ada batasannya lo. Entah itu menyangkut peraturan dari website/hostingnya, peraturan Penggunaan Internet, ato peraturan sopan santun yag ada diMasyarakat gitu Om..
    Nyambung Gak yach???
    Hwehehe…

    Kebebasan yang absolut itu memang tidak ada. Selalu ada batasannya yang tidak bisa dilewati oleh Manusia.

  4. Bunga Mesa Ananda says:

    Betul sekali. Kalo kepengen yang bebas, beli buku diary aja

  5. Djawa says:

    Siap komandan., 😀 kadang mempunyai banyak blog juga suka terbengkalai salahsatunya., contohnya aku., kadang jadi bingung posting., 😀

  6. Keponakan says:

    Kebebasan yang anggun adalah ketika kita memahami bahwa hak asasi seseorang dibatasi dengan hak asasi orang lain.

    Om, sudah ngopi? hehe..

    • Aldy says:

      Benar mas, kebebasan kita bertaut dengan hak orang lain, agar tercipta hubungan yang harmonis.
      Kopi pagi ini terasa sedap sekali (Guru Oemar Bakri – Iwan Fals)

  7. Ngai says:

    setuju Om Die..
    dengan kata lain, jika tidak bisa berkata-kata yang baik,
    lebih baik Ngai gak usah posting deh.. hehhe, drpd menyakiti orang lain.

    selamat pagi senin.. 😀

  8. dede says:

    setuju banget…

  9. DikMa says:

    betul, walaupun itu blog milik pribadi.. berbayar ataupun tidak tentu tetap ada etika-etika bahasa yang ditulis. setuju atau tidak semuanya akan kembali kepada sipemilik blog yang menerimanya.
    untuk itu ketimuran kita haruslah di kedepankan.

    • Aldy says:

      Siadmin bloglah yang harus membuat aturan itu, agar dia tidak terbentur pada masalah yang justru akan menyulitkan admin blog itu sendiri.

  10. pututik says:

    mas aldy, lama tidak kesini diberi wejangan lagi. terlalu banyak hal yang dibuka dalam sebuah blog maupun web pribadi dengan kata berbayar. hasilnya memang ada kalimat yang mungkin bersebarangan atau dianggap sebagai pemicu ketidak sukaan beberapa pihak. termasuk beberapa kasus yang dianggap mencemarkan nama baik ya mas, itu yang kadang membuat kita harus cukup mental menelurkan sebuah artikel.

    • Aldy says:

      Nah itu dia Pututik, perbedaan menurut saya adalah hal yang lumrah, tetapi ketika sebuah perbedaan itu dipublish dengan kata-kata yang tidak baik diblog, justru akan menjadi senjata makan tuan, hasil tuntutan dari pihak-pihak yang berkeberatan.

  11. Sukadi says:

    Kebebasan yang bertanggung jawab, kalau misalnya sampai kebablasan, semoga saja itu kekhilafan dan bukan kesengajaan. Semoga saja tidak salah dalam memaknai kebebasan. 🙂

    • Aldy says:

      Benar mas, kebebasan harus disertai tanggung jawab. Kebebasan dalam pengerti yang sebebas-bebasnya justru akan merusak.

  12. applausr says:

    kebebasan memang harus di tunjang dengan rasa bertanggung jawab. tapi saya kok lebih seneng orang apa adanya saja kalau nulis blog.. asalkan resikonya harus ditanggung sendiri ya.. butuh kedewasaan pikiran juga buat yang baca kali ya, agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan… 🙂

  13. bunda lily says:

    sepakat Mas, kebebasan yg bertanggung jawab
    karena ketika menebar benih, tentu kita akan memetik hasilnya …
    dan, kode etik ini memang dr hati nurani juga kayaknya ya Mas
    salam

  14. bunda lily says:

    dan, yg lebih baik lagi , mungkin ngeblog dgn niat ibadah sekaligus menambah ilmu dan wawasan ….
    kalau bisa malah menambah sudara …. 🙂
    salam

  15. bunda lily says:

    waaaa…………….kok ditangkep sm satpam komenku …hiks ….:cry:
    salam