Duuhhh….Anggota Dewan.

Hancur sudah…

Dewan Perwakilan Rakyat RI penuh dengan skandal, mulai dari skandal uang sampai skandal seks. Beberapa waktu yang lalu mereka meributkan penggunaan rok mini, sekarang anggota dewan yang terhormat tersebut malah diduga tidak mengenakan rok sama sekali.

Terlepas dari benar atau tidaknya pemberitaan skandal video porno yang sedang hangat saat ini, citra dewan yang sudah buruk semakin bertambah buruk. Compang camping wajah dewan semakin kentara bahkan sudah terang benderang, entah apalagi yang dijadikan alibi terhadap kasus ini.

Menyesal telah memilih orang-orang yang katanya terhormat itu?
Saran, sebaiknya jangan. Simpan saja kekecewaan tersebut dalam-dalam bahkan bila perlu otak anda pun tak perlu tahu, percuma kecewa, yang didapat justru kekecewaan semakin dalam. Bersabar sampai pemilihan anggota dewan periode berikutnya.

Jika ternyata pada periode berikutnya moral para anggota terpilih masih sama bahkan lebih buruk, berarti kita sedang tidak beruntung. Tetapi jangan lupa bersyukur seandainya kinerja dan moral mereka lebih baik. Sederhanakan?

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari tiga orang putu (update). Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

43 Tanggapan

  1. Terus terang, pemilu kemarin saya golput pak. Tapi golput bukan karena apatis, tapi untuk menilai kinerja anggota dewan “terhormat” hasil pemilu kemarin. Bila baik, maka saya akan memilih di pemilu selanjutnya, tapi kalau buruk, ya golput lagi. Dan melihat kinerja DPR yang sekarang, sepertinya saya akan golput lagi.

    • Aldy says:

      Mas Ari, memilih orang yang kelak menjadi wakil kita di parlemen adalah sebuah pilihan juga. Jika kondisinya seperti ini terus, mungkin akan semakin banyak orang yang golput (include saya, mungkin) 😉

  2. maya says:

    ga milih gimana.. milih jadi begini …

  3. Andank says:

    memang fenomenal ya pak para anggota dewan. dengan pengaruh dan mitra nya masalah kecil pun dapat mengegerkan se-Indonesia tapi coba bila rakyat kecil yang mempermasalahkan skandal pornografi atau suap palingan langsung masuk jeruji besi 😀

  4. Ngai says:

    periode berikutnya Ngai pilih Om Die.. 😛

  5. Sugeng says:

    Hm ….. semestinya memang begitu mas kamsudnya masalah rok mini tapi ya jangan sampai di politisir jadi masalah yang besar. Tapi ada juga loh yang meributkan rok mini pas ada cewek sexy yang bermini ria dia gak mau melihat. Gak melihat tapi ngelirik dikit 😆

    Salam hangat serta jabat erta selalu dari Tabanan

  6. Sugeng says:

    waduh koq ketangkep lagi nih komeng ku 😕

    Salam hangat serta jabat erta selalu dari Tabanan

  7. Sugeng says:

    Coba lagi peruntungan komengku dengan lemparan uang koin 😛

    Hm ….. semestinya memang begitu mas kamsudnya masalah rok mini tapi ya jangan sampai di politisir jadi masalah yang besar. Tapi ada juga loh yang meributkan rok mini pas ada cewek sexy yang bermini ria dia gak mau melihat. Gak melihat tapi ngelirik dikit 😆

    Salam hangat serta jabat erta selalu dari Tabanan

  8. jarwadi says:

    keberadaan dpr di indonesia sekarang makin menjadi lelucon, hehehe

  9. Padly says:

    Demokrasi tanpa moral sama dengan nol besar, sementara moral hanya ada pada agama, dan dengan sistem sekuler yang sangat aneh di negeri ini, agama sudah semakin jauh tersisih.

    Aku tidak pernah yakin akan adanya perbaikan kalau kita masih melalui jalan ini. Satu-satunya jawaban yang menurutku paling logis hanya “Revolusi”, setelahnya kita bisa terapkan sistem teo demokrasi.

    • Aldy says:

      Revolusi membutuhkan korban dan dana yang besar bero, lagi pula terlalu riskan. Aku lebih cenderung tebang pilih, ada yang perlu di revolusi, tetapi ada bagian lain yang cukup hanya evolusi.

  10. applausr says:

    mungkin nanti kalau masih belum beres juga pak… kita golput rame rame saja… hahahahaha kabur….

  11. marsudiyanto says:

    Kayaknya Pemilu kemarin saya nggak milih anggota dewan. Kertasnya saya biarkan utuh…

  12. yadibarus says:

    apa mau dikata, seandainya kita buat pemilu setahun sekalipun, pasti akan tetap begini jadinya, karena memang budaya indonesia yang sudah dicabik-cabik oleh uang

  13. yadibarus says:

    apa hendak dikata, nasi sudah menjadi bubur

  14. TuSuda says:

    semoga saja keadaan pemilihan berikutnya bisa lebih selektif dan dapat diperbaiki lagi. 8)

  15. ibnu says:

    pemilu kemaren masih asal pilih karena masih terlalu muda untuk mengetahui dunia politik, untuk pemilihan besok bakal lebih lebih lebih selektif lagi