Generasi Galau

Beberapa waktu belakangan ini aku sering sewot sendiri, entah mengapa, jika mendengar seseorang menyatakan dirinya sedang galau, otakku dengan otomatis mengirimkan pesan adanya seorang pecundang. Walaupun mungkin saja, orang tersebut tidak sepenuhnya pecundang. Hanya pada bagian tertentu dan dalam kondisi yang sangat spesial saja dia bisa galau.

Jika kegalauan itu berlanjut, ujung-ujungnya bisa membunuh kreatifitas, melemahkan daya saing, menghancurkan semangat bahkan bisa membuat si galau kehilangan segalanya.
Galau (kacau fikiran) setiap orang pasti pernah mengalaminya, tetapi tempatkan pada porsi yang sewajarnya. Coba bayangkan, jika seorang staff yang diminta segera menyelesaikan pekerjaan tetapi dengan alasan sedang galau dia enggan mengerjakan pekerjaan tersebut. Apa tidak membuat jengkel?

Yang berstatus siswa menjadi malas belajar karena sedang galau. Bukankah akan bertambah galau jika kemudian tidak berhasil lulus atau naik kelas?
Tidak punya pulsa telepon, galau.
Tidak punya duit, galau.
Pacar selingkuh, galau. Everything is galau.

Jika semuanya dihadapai dengan perasaan galau, percayalah tidak ada masalah yang bisa diselesaikan dengan baik. Tumbuhkan sikap optimisme, dengan sikap ini, persoalan akan dihadapi dengan mudah. Janganlah meracuni diri dengan sikap galau berlebihan. Jangan membuat status diri menjadi galau, hanya karena diluaran sana, status galau sedang menjadi trend. Tidak baik meniru status kegalauan orang lain, sementara anda adalah tipe orang yang selalu optimis menghadapi persoalan. Saatnya sekarang say good-bye to galau.

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

36 Tanggapan

  1. Kaget says:

    Wah,…. jangan galau Pak…. saya saban hari baca status galau di socmed,… apalagi kalau sempat jadi bahan posting,….. hadeuh 🙁
    Kayaknya #galau seperti wabah penyakit kronis ya

  2. saya sih galau cuma ikut2an saja
    padahal aslinya nggak
    heheh…

  3. Cahya says:

    Ini berarti si penulis juga ikut galau :D.

  4. galau ohh galau …
    perasaan yang tidak karuan ..

  5. tapi pak, ada temen saya yang kalau sedang galau beliau jadi kreatif dalam berkata-kata dan membuat lelucon.

  6. dhenycahyoe says:

    hemmmm…. saya galau OM,galau karena mau nulis komentar apaan, hkhkhkhkh…. memang indonesia ini termasuk menjadi negara ter-GALAU yg pernah ada bahkan dari tingkat atas sampai bawah, semua pada galau