Pimpinan sontoloyo dan pilihannya…

“Kalau orang lain bisa, kenapa kamu tidak?”
Pernah dimarah oleh atasan seperti ini? bersyukurlah jika tidak pernah tapi bergembiralah jika pernah. what?

Jika pimpinan pernah memarahi dengan kalimat tersebut berarti pimpinan anda sejenis mahluk katak dalam panci. Hanya pimpinan yang memiliki pengetahuan dangkal yang akan memarahi staff-nya dengan kalimat bodoh itu. Seharusnya sebagai pemimpin, mampu menyaring, memilah dan menegur bawahannya sesuai dengan bidang kerja yang bersangkutan, bukan memarahi sesuai dengan kehendak hatinya karena posisinya sebagai pimpinan.

Meletakan persoalan pada porsinya adalah salah satu cara agar anda tidak terbelit dengan persoalan yang tidak perlu, caranya dengan tidak mendebat habis-habisan pimpinan yang salah tempat itu. Tetapi anda harus mampu menempatkan diri diposisi yang senyaman-nyamannya. Walaupun tidak mudah dan akan selalu terasa tidak 100% nyaman, karena anda dalam posisi nyaman yang dipaksakan.

Jika sudah tidak tahan lagi dengan sikapnya, coba cari peluang untuk mutasi ke departemen lain. Tidak ada salahnya anda memanfaatkan jaringan yang selama ini anda bentuk dalam pergaulan dilingkungan kerja. Tetapi, jangan pernah mengabaikan tanggung jawab anda terhadap pekerjaan karena anda digaji untuk mengerjakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya. Mengabaikan tanggung jawab, berarti mengabaikan masa depan.

Peluang mutasi ke departemen lain tertutup? pertimbangkan untuk re-sign dari pekerjaan yang ada sekarang, tetapi sebelum anda benar-benar keluar dari pekerjaan, pastikan dulu bahwa anda sudah mendapatkan lampu hijau dari tempat kerja yang baru (artinya anda sudah mendapatkan surat panggilan kerja). Katakan kepada pimpinan anda yang sekarang bahwa anda akan mengundurkan diri dari pekerjaan. Anda harus memberikan tenggat waktu tertentu. Berhentilah dengan cara yang elegan, selesaikan dulu seluruh pekerjaan yang menjadi tanggung jawab anda. Jangan sesekali berhenti dengan meninggalkan sisa pekerjaan yang menjadi beban pengganti anda. Jika terpaksa meninggalkan sisa pekerjaan, jelaskan kepada calon pengganti anda (jika sudah ada), jenis-jenis pekerjaan yang pernah anda kerjakan, katakan terus terang bagian-bagian dari pekerjaan yang sedang dalam proses penyelesaian karena anda tidak mungkin menunggunya. Cara ini akan meninggalkan kesan baik bagi si pengganti anda dan pimpinan unit departemen yang lain.

Jangan lupa, ucapkan terima kasih kepada perusahaan yang selama ini sudah memberikan anda pekerjaan. Ingat, walaupun pimpinan anda telah membuat anda terpaksa keluar dari pekerjaan, tetapi perusahaan tersebut telah menyangga hidup anda selama ini. Dan sekarang, saatnya say goodbye pada pimpinan sontoloyo tersebut dan berdo’alah agar pimpinan ditempat kerja yang baru tidak akan melakukan tindakan yang sama dengan pimpinan yang lama. Semoga.

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

38 Tanggapan

  1. Citro Mduro says:

    Saya pernah mendengar kata seperti om, tapi disampaikan bukan dalam rangka marah memarahi, tapi dalam rangka memberikan motivasi

    • Aldy says:

      Ya Cakk, kalau disampaikan dengan nada bergurau, kami dilingkungan kerja juga sering bermain dengan kalimat itu…

  2. dhenycahyoe says:

    kalau saya sendiri memang masih belum merasakan dunia kerja karena masih bersetatus maha siswa, tetapi bukan pimpinan sontoloyo yg saya dapat, melainkan asisten dosen sontoloyo yg saya dapat ๐Ÿ˜€