Renungan Suci

Bertahun-tahun yang lalu, ketika masih duduk dibangku sekolah. Malam ini, tepatnya jam 12:00 nanti selalu menjadi kegiatan yang dinantikan. Upacara renungan suci di Taman makam pahlawan, mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur, sekaligus mengingatkan bahwa individu yang sombong ini suatu saat akan terbaring bawah tumpukan tanah yang basah.

Sayangnya, kegiatan tersebut sudah lama tidak diikuti. Sejak memasuki dunia kerja yang serba egois, renungan suci tidak pernah lagi diikuti. Sekarang tinggal pintar-pintarnya saja membuat renungan sendiri, entah masih suci atau tidak. Masihkah renungan suci menjadi acara yang menggugah?

Blogger bebas merdeka

Blogging sudah menjadi semacam kewajiban, khususnya bagi rekan-rekan yang sangat sering berinteraksi dengan dunia maya. Bahkan sampai muncul ejekan jika belum memiliki blog. Tetapi bagi saya blog hanyalah sebuah sarana untuk menuliskan yang ingin saya tulis. Tidak ada beban tenggat waktu yang harus dialami, tidak ada kewajiban posting setiap hari atau dengan kata lain saya memilih menjadi blogger bebas merdeka.

Itulah sebabnya dalam blog ini, tidak ada topik khusus yang saya tulis. Saya menulis yang mau saya tulis, yang saya sukai dan yang menjadi ganjalan.  Multi topik.  Dengan begitu memberikan kebebasan kepada saya mau menulis apa saja. Sesederhana itu?

Puasa, tidak wajib…

“Siapa bilang puasa itu wajib? jika ada yang mengatakan puasa itu wajib silahkan temui saya dan akan saya pertanyakan landasan hukumnya”. Saya terkesima mendengar kata-kata tersebut keluar dari bibir teman saya sendiri. Bagaimana mungkin, teman yang selama ini menjadi panutan kami menjalan ibadah tiba-tiba bicara seperti ini. Habis mimpi apa dia.

“Bro, jangan membuat pernyataan yang bukan-bukan, kita semua tahu puasa Ramadhan ini wajib hukumnya”, salah seorang teman menyanggah. Tetapi dia hanya tersenyum kecil. “Kamu bro, apa pendapatmu?”, pertanyaan ini justru dia lemparkan kepada teman yang lain. Benarkah puasa tidak wajib?