Ampuuun Gusti !!!

roadblockersRumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau dari rumput di perkarangan sendiri. Pepatah ini tidak tahu sudah berapa tahun usianya tetapi sampai dengan saat ini masih tetap berlaku. Jadi hati-hatilah dengan rumput yang kelihatan hijau.

Setelah beberapa hari mumet dengan Validasi CSS bahkan sampai melibatkan para master dan PHP Ninja dan Alhamdullilah sudah rampung. Ehh… hari ini malah dihadapkan pada urusan yang bertolak belakang dengan CSS, yang diurus malah daging mentah yang beratnya tidak lebih dari 3 ons. Ampruut. Ini sih tetangga makan nangka, narablog kena getahnya. Sungguh perbuatan yang tidak pantas ditiru.

Walaupun saya pernah mengakui bahwa Bekerja itu nikmat, tetapi jika urusannya yang beginian terus lama-lama emosi ini bisa-bisa tidak terbendung. Dan mungkin suatu saat tangan ini akan makan korban.

Tadi pagi, sekitar jam 08:15 WIB datang menemui saya, petugas keamanan (satpam) melaporkan bahwa telah terjadi “perbuatan yang tidak semestinya” antara seorang yang berjenis kelamin laki-laki dan seseorang yang berjenis kelamin perempuan. Tertangkap basah ( tidak jelas apakah sedang mandi ) oleh masing-masing pemilik. Awalnya diduga kejadian ini diskenario; karena yang menangkap basah kok jenis beda juga (sepasang gagak dipergok sepasang merpati).

Penasaran juga, seperti apasih tampangnya kok bertingkah seperti artis yang doyan Kacer, setelah saya lihat [mungkin mata tua ini sudah tidak awas], yang pejantan ternyata tidak jantan-jantan amat, sementara yang betina juga tidak terlalu ayu-ayu benar, jika diberi nilai mungkin rentang 5,5 sampai 6,5 saja.

Jujur, saya garuk-garuk kepala dan geram. Ingin rasanya melayangkan tangan kepada keduanya, tetapi karena khawatir dikenakan pasal penganiayaan niat tersebut diurungkan. Setelah melakukan koordinasi dengan bagian SDM, akhirnya diputuskan permasalahan tersebut diserahkan ke Aparat Kemanan. Yang pejantan diberhentikan dengan tidak hormat [nyahok loe] sementara yang betina diserahkan kepada pemiliknya.

Ampuun Gusti, lain kali jangan terjadi lagi. Kalau gini terus, kepala dirambut ini nggak bakalan tumbuh :mrgreen:

Image : www.sxc.hu

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari tiga orang putu (update). Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

45 Tanggapan

  1. agung says:

    Waduh, pak Aldi kok cuman dikasih nilai 5,5 dan 6,5 sih!!!
    kayak apa ya tampangnya? jadi penasaran nih, mudah-mudahan ceritanya bisa bersambung xixixi.. 😀

    • Aldy says:

      Saya mau tampilkan imagenya, takut dianggap mencemarkan nama baik.
      5.5 sampai 6.5 rasanya juga sudah kebagusan 😀

  2. rismaka says:

    wakakakakaa… ada lagi ternyata toh? 😆
    Sepertinya kejadian2 seperti itu banyak terjadi di sekitar kita. Mungkin hanya sedikit yang ketahuan. Di kantor saya juga ada kok mas, cuma alhamdulillah ga sampe segitunya. :mrgreen:

    Semoga kita semua termasuk ke dalam orang yg menjaga amanah ya mas. Rumput sendiri mungkin boleh kering dan layu, tapi insya Allah jauh lebih halal dan toyib 🙂

    • Aldy says:

      Amin.
      Benar Mas Ris, walau yang dirumah sudah mulai layu, tetapi jangan lupa dulunya kita jungkir balik mengejar karena dia segar bugar dan hijau, toh yang merusaknya kita juga kan 😉

  3. Masih belum ngerti masalah-masalah seperti ini. Masih cencen, polos bin lugu. hehehehhe 😀

  4. Sarimin says:

    Ampunnnn….Ampunnn…

  5. Dangstars says:

    Hebat yah Kang,,berani amat tuh orang,,
    Cuma nikmat sesaat jadinya buntung dehhhh

    Capeee decchhh
    Wakkakkkakkakakkk

  6. didot says:

    bukan masalah ayu atau tidaknya si wanita ,tapi karena ada kesempatan kalau kata bang napi hehehehe 😛

    • Aldy says:

      Emang benar Mas, tapi mbok ya kira-kira dunk. Resiko dunianya sudah jelas kehilangan pekerjaan, resiko akhiratnya Dosa. Lha wong dirumah masing-masing sudah ada kok. :mrgreen:

  7. Nanang says:

    Sabar Pak Aldy..he..he..sepertinya kejadian memalukan itu tidak usah ditampilkan imagenya. Memang jadi pemimpin membuat mumet ya pak.

    • Aldy says:

      Sudah sabar Mas Nanang, cuma kejadian ini kan sudah sering terjadi, kenapa mereka tidak belajar dari kejadian-kejadian sebelumnya ? ini yang membuat emosi saya melambung 😀

  8. kamil says:

    waaw..
    pak tulisannya “menampar”..
    zaman sekarang memang edan..
    makasih sharenya pak..

  9. lho ? kejadian lagi Mas Aldy?
    kenapa seh? capek kali ngurusin yg beginian melulu, kayak gak ada kerjaan aja.
    Udah, Mas Aldy, libas aja ( malah manas2i) :mrgreen:
    Mudah2an ini kejadian utk terakhir kali ya Mas
    salam

    • Aldy says:

      Iya nih bunda, kayak nggak ada kerjaan lain; sudah dilibas kok Bunda. Saya malah berfikiran kedepannya sebaiknya dipidanakan saja.

  10. darahbiroe says:

    nilai tertingginya berapakah?
    apakah penampilan itu bisa dinilai?
    jadi bingung aku
    hahhaha
    😀

  11. antokcupu says:

    3 ons itu bisa disate gag sich hahahah
    tapi kok dinilai segala
    ::D

  12. nakjaDimande says:

    walah, walaahhh… Mas ALdy itu dipilih Allah untuk menertibkan kembali lingkungan. pasti bisa mas.. semangat!

    • Aldy says:

      Semangat sih semangat Bundo, tapi kalau yang ginian terus lama-lama bisa ikutan tergoda (*ngumpet….takut bundo marah *)

  13. rose says:

    ada apa seeh Dy??? (* culun face mode:ON*) 😕

  14. sunflo says:

    tadinya laki n feremfuan… selanjutnya jadi jantan n betina… manusia atau kambing sih Dy?? 😕 hehehe

  15. budiarnaya says:

    heeee abang banyak kerjaan yach…. urusan dunia nyata dan dunia maya heeee…itu namanya kenakalan orang tua heeeee

    • Aldy says:

      Ini sih kenakalan orang gila bli, kalau kenakalan orang tua katanya sih cukup yang “bungkusan” saja 😆