Asas Praduga Tidak Bersalah

abstrakAsas praduga tidak bersalah (presumption of innocence) umum berlaku dikalangan penegak dan penumbang hukum, maling yang sudah terbukti babak belur dihajar masa (belum terbukti secara sah dan meyakinkan dipengadilan) masih layak mendapat perlindungan dengan berpegang pada asas ini.

Apa kita hari ini akan bicara masalah hukum setelah bosan menyembah berhala ?, Ops..tidak. Tidak ada kewenangan untuk berdiri dalam lingkaran tersebut karena memang bukan ahlinya. Tetapi bagaimana jika seandainya asas praduga tidak bersalah tersebut kita coba terapkan kecil-kecilan dirumah ? Masih dalam lingkaran hukum juga, tetapi hukum rumah tangga.

Pertanyaannya, pernahkah kita memegang asas ini sebelum menuduh si kecil bersalah ? mungkin jarang bahkan tidak pernah ( hayooo…ngaku nggak :mrgreen: ), umumnya sang ibu atau sang bapak langsung menuduh sikecil melakukan sesuatu yang salah bahkan tidak jarang tanpa mau mendengarkan penjelasan sikecil yang masih terbata-bata.

Contoh Kasus :
Buah mangga satu-satunya yang ada diatas meja makan hilang, kebetulan sikecil keluar dari dapur dan mulutnya belepotan sisa makan pisang, saat sang ibu atau sang ayah ke meja makan dan melihat buah mangga tersebut tidak ada, otomatis fikiran sang ibu atau sang ayah mengarah kepada sikecil.
Dan kalimat yang keluar dari sang ibu atau sang ayah pasti bertanya kepada sikecil, tetapi dengan nada menuduh ( gambarkan sendiri ya… ), ketika sikecil mampu menjelaskan bahwa dia hanya makan pisang, sang ibu atau sang Ayah memiliki alasan bahwa dia hanya bertanya ( cerdik atau licik ? ).

Dalam kasus ini, asas praduga tidak bersalah sudah tidak dianut lagi, karena pertanyaan yang diajukan sudah menuduh ( ingat, ada yang mengatakan curiga boleh tapi menuduh jangan ). Seberapa sering kasus ini terjadi ? Monggo tanyakan pada diri sendiri dan silahkan buat contoh-contoh lainnya.

Dan bersyukurlah yang memiliki wajah innocence ( wajah tak berdosa ). Apa hubungannya ? sekali lagi silahkan tafsir sendiri. Happy Blogging.

Image : www.sxc.hu

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari tiga orang putu (update). Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

39 Tanggapan

  1. Yari NK says:

    Azas praduga tak bersalah memang seyogianya diterapkan bahkan di lingkungan yang terkecilpun seperti keluarga. Namun begitu, terkadang memang tidak bisa diterapkan secara total. Kecurigaan dan tuduhan sebenarnya adalah langkah awal dalam membongkar suatu kejahatan, kecurangan dan sebagainya, dan itu sah-sah saja. Namun begitu, jikalau masalah hukuman memang seyogianya dan seharusnya kita menganut azas praduga tak bersalah. Jangan sampai kita menghukum seseorang sampai ia benar-benar terbukti bersalah…

  2. iskandaria says:

    Wajah tak berdosa biasanya dimiliki oleh mereka yang punya hati bersih. Kalo yang hatinya kurang bersih atau banyak dosa biasanya juga terpancar kok lewat aura wajahnya ๐Ÿ™‚

  3. agung says:

    Biasanya kalau pacaran, pasti praduga-praduga itu sering terjadi di antara kita wkwkwk ๐Ÿ˜€

  4. delia says:

    wekekeek.. Astagfirullah.. lia pernah nuduh adik2 makan makanan dipanti yg seharusnya untuk nanti sore.. ternyata sengaja disimpan ibu lia.. wekekek..
    jadi belajar dr itu lia sebisa mungkin untuk tidak mengulangi kejadian itu yg kedua kali…
    heheheh.. tapi itulah pak.. adik2 panti wajahnya innocent semua.. jadinya klo ada yg bandel susah mau nebak2 gitu…

  5. nakjaDimande says:

    Klo Mas Aldy siyh enak punya wajah tanpa dosa..

    nah klo kayak bundo yang punya wajah antagonis begini.. gak ngapa2in juga bakal kena tuduh melulu ๐Ÿ˜€

  6. Cahya says:

    Ada beberapa orang yang beranggap main tuduh itu menyenangkan, karena reaksi yang muncul bisa memancing siapa yang sebenarnya berhak menyandang gelar tersangka utama ๐Ÿ˜€

    Ah…, tapi kalau di Indonesia ndak cucok, sebelum dibuktikan saja tersangka bisa dihajar sampai babak belur, bahkan bisa-bisa malah menghancurkan barang bukti yang sebenarnya ๐Ÿ˜†

  7. ardianzzz says:

    Sekarang bukan jamannya tuduh-menuduh Pak, tapi langsung jotos, hajar rame-rame..

  8. investasi emas says:

    hmmm,… azas ini bgt neh yg paling g enak d dgr,…

  9. Deka says:

    Kalo hamba sich Om, suka melalukan Investigasi terlebih dahulu secara diem-diem termasuk kadang membuat planning resoure and impilicated relationship [halah]. hahhaha, tapi hamba besyukur banget Om punya wajah innocence, ini anugerah soalnya. hihihihi

  10. Kalau salah tangkap dan proses hukum tetap berlaku itu yang parah.
    Ini pernah terjadi pada kasus udin, wartawan BERNAS Jogja itu. Dan juga beberapa kasus lainnya.

  11. budiastawa says:

    curiga boleh tapi menuduh jangan

    Tapi seringkali ungkapan kecurigaan itu berbentuk tuduhan, mas Aldy ๐Ÿ™‚

  12. Didienยฎ says:

    masalahnya skrg ini terlalu byk orang yg selalu buruk sangka duluan..jadi yah asas praduganya tidak pernah berjalan sbgm mestinya…
    nice post mas Aldy..

    salam, ^_^

  13. kalau aku malah sering jadi ‘tertuduh’ seperti ilustrasi si kecil diatas,Mas Aldy ๐Ÿ™
    apkah wajahku memang demikian mencurigakan ?( sambil bercermin ) ๐Ÿ™‚
    salam

  14. Harry says:

    Mengenai contoh kasus yang dipakai, disitulah letak kesalahan beberapa orang tua. Seorang anak kecil cenderung mencontoh, dan dari sanalah semuanya berawal.
    Mana kalimat yang lebih baik untuk seorang anak yang paranoid terhadap kata tentara, "Ayo, ma'emnya dihabiskan, kalau tidak ditembak pak tentara nich", atau "Ayo, ma'emnya dihabiskan, biar badan dede sehat dan kuat seperti pak tentara".
    Intimidasi, pada konteks manapun tetap saja sebuah kesalahan, total.

  15. rismaka says:

    Di saat yang lain menanggapi azas praduga tak bersalah yg diterapkan pada si anak kecil, saya lebih melihat sisi kiasan pada tulisan di atas. Hanya Allah dan kemudian mas Aldy yang tahu ke arah mana inti dari pembahasan di atas ๐Ÿ™‚

    Kalau boleh tau, apa benar dugaan saya mas? Bahwa tulisan di atas hanyalah sebagai kiasan dan analogi saja? Hmm… terkait masah ngeblog barangkali?