Ayo Bung, jangan hanya berseru

Bentrokan yang terjadi Tarakan Kalimantan Timur, hanya berawal dari perkelahian biasa yang kemudian menjadi bentrokan masal, mungkin saja kelambanan penangangan oleh aparat terkait menjadi penyebabnya. Bahkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Priyo Budi Santoso menyerukan agar Kepolisian RI segera menangkap provokator dibalik kejadian ini. Dan saya setuju dengan seruan tersebut.

Tetapi, selalu ada tetapinya, saya tidak setuju dengan ucapan Wakil Ketua Dewan tersebut berkenaan dengan penangan kasus tarakan dengan rencana kenaikan anggaran Polri.

“Kami akan bangga dengan Polri jika segera bisa selesaikan ini, tetapi jika gagal yaa, Wassalam. Kita (DPR) mungkin akan evaluasi rencana kenaikan anggaran Polri. Bisa juga kita tidak akan menyetujui begitu saja soal pemilihan Kapolri,” katanya.
Dikutip dari Yahoo

Dalam pandangan saya, ucapan tersebut sama saja dengan ancaman. Biarkanlah aparat bekerja terlebih dahulu, biarkan mekanisme berjalan. Kegagalan aparat menangani kasus ini (jika terjadi), haruslah dilihat dari berbagai sisi. Dikaji lagi dan yang lebih penting, bukan hanya penangan permasalahan yang temporer tetapi harus sampai pada akar masalah yang sebenarnya.

Dewan Perwakilan Rakyat tidak cukup hanya menyerukan dan mengancam, tetapi turut serta, bahu membahu dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah serta Unsur Muspida untuk menyelesaikan permsalahan ini secara lintas sektoral.

Ucapan tersebut dapat saja melemahkan semangat rekan-rekan yang bertugas dilapangan. Dan itu tidak baik.
Walaupun kita semua tahu kinerja aparat Kepolisian masih rendah, tetapi jika Negeri ini tidak ada Polisi, apa jaminannya negeri ini seperti sekarang. Sadar dan pahamilah wahai wakilku yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat, kinerja DPR dan Polisi tidak lebih baik satu dengan yang lainnya.

Ach…sialan, aku kok malah terlibat dengan yang beginian ya…

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari tiga orang putu (update). Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

77 Tanggapan

  1. budiarnaya says:

    Seperti kata pepatah…Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, namun semut di sebrang Samudra terlihat jelas,… Segala sesuatu itu perlu kajian, kalau hanya sekedar ngomong saya rasa siapa saja bisa, coba ketika melakoninya, seperti menonton Bola, kita paling pintar, coba kita terjun kelapangan ? teori dan praktek tidak 100 % cocok, sehingga perlu kajian-kajian mendalam.
    Bagaimana Negeri bisa maju, setiap tugas orang kita cela, dan cela lagi, sedangkan diri sendiri belum tentu baik, biarkanlah Polri menjalankan tugasnya, saya yakin dia sudah maksimal, jika terus diancam jadi malas tuh Polrinya. Hidup Bang Aldy….

    • Aldy says:

      Seharusnya, jika gajah yang dipeluk mata tidak tampak, apalagi semut yang ada diseberang lautan. 😀

      Tapi realitas kepemimpinan kita memang cukup memprihatinkan, bahkan cenderung mengail diair keruh. Btw, polri tetap harus bejalan direl yang sudah ada. Ancaman satu orang, tidak ada gunanya. Toh gaji dia, berasal dari pajak yang saya bayar.

  2. JoO says:

    “kinerja DPR dan Polisi tidak lebih baik satu dengan yang lainnya.”
    hehehe ini dalem neh… 😛
    tapi emang kurang tah gajinya sekarang para polisi..? wah wah… nanti di naikin gajinya gag kerja juga… >.<

  3. FaDhLi says:

    Wah…mungkin itu lah yg menyebabkan zaman sekarang sngat jauh berbeda dgn zaman dulu. Zaman skrg hnya gara2 hal sepele saja bisa berkelahi 1 kampung… Memang aneh org2 zaman skrg….

  4. si Priyo ini kok ya arogan banget sih?
    coba kalau kita sebagai yang diwakilkan mengatakan pd mereka : ”ngapain bangun gedung mewah ,kalau hanya utk sms an dan tidur dowang?”

    tapi kok pendapatku sama dgn Mas Aldy, DPR dgn polisi saat ini kinerja ya 11- 12 lah …hehehe…. 😀
    salam

  5. Raffaell says:

    Sudah sewajarnya Militer kita di perhatikan, lihat aja sekarang, polisi dah nembak pake tembakan peringatan aja rakyat ga takut, militer ngga bisa pertahankan perbatasan di persalahkan, sementara di negeri sendiri militer giginya habis dicabut demokrasi… kesian

    • Aldy says:

      Setuju bro,
      justru disaat ini peralatan pertahanan kita membutuh regenerasi, tetapi selalu terhambat. Polisi sendiri, peratalan seadaanya. Tapi apa para anggota dewan itu perduli?

  6. Wah, saya juga menulis tentang polisi bang. Walaupun dari sudut pandang yang lain sih. Saya cuma bisa berharap, agar Polri segera berbenah agar bisa kembali jadi kebanggaan rakyat. Semoga calon Kapolri yang sedang digodok sekarang, bisa membawa perubahan positif untuk korps Kepolisian Republik Indonesia.

  7. Delia says:

    Lia miris pak lihat peristiwa itu..
    kalo memang damai itu indah kenapa ada perseteruan… 🙁

    ehmmmm

  8. Deden Hf says:

    kayanya, tahun ini, aparat kepolisian kita sedang digembleng ya Om. 🙂 banyak kasus, banyak teroris, banyak pula yang ngritik. semoga mereka semakin semangaaaat!

  9. nurhayadi says:

    Akhir-akhir ini saya melihat banyak orang yang rela mati, mati dalam kebenaran atau kebatilan ya…

  10. mida says:

    daripada buat naikin anggaran polri, mending buat biaya eikeh jalan-jalan ke luar negeri… hehe…
    Salam kenal… ^_^

  11. ysalma says:

    kalau ada masalah di negeriku tercinta ini selalu ada kelompok yang berasa paling benar, ada juga yang ga mau diingatkan karena gengsi,, ahh kapan damainya yaa??

  12. DikMa says:

    saya berada bersebelahan [red=kota berau] kota tarakan.
    hanya berdoa semoga cepat terselesaikan.
    … sesama saudara jangan saling bermusuhan
    saling menghormati itu yang terpenting.

  13. fitrimelinda says:

    kadang orang suka ngomong tanpa mikir lebih dahulu..

    🙁

  14. julicavero says:

    memang hal begituan hanya membuat kerugian seharusnya ditingkatkanlah kecerdasan emosionalnya..

  15. andank says:

    orang yang suka mementingkan kepentingannya sendiri…. saya tidak suka kalo yang begitu