Dampak kenaikan bahan bakar minyak dan cara gila menghadapinya

Kenaikan bahan bakar minyak akan diumumkan pemerintah awal bulan april 2012. Masyarakat resah, politikus bertingkah.
Mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat berdemo dengan berbagai cara, mulai dari turun kejalan ramai-ramai (pengguna jalan ngomel gak ya?), mogok makan, ndak kuliah, sholat gaib, lempar batu, kayu, helm…cuma nggak ada lempar duit.

Kaum ibu resah, bapak-bapak mendesah, anak-anak gelisah…
Ramai dan hiruk pikuk, seakan-akan karena kenaikan bahan bakar minyak tersebut membuat semua orang besoknya mate’.

Apapun yang anda lakukan saat ini, pemerintah pasti akan menaikan harga dan menyalurkan bantuan langsung tunai. Nah, kalau pemerintah sudah memastikan hal tersebut, bukankah segala jenis demo dan segala macam keresahan tersebut menjadi mahluk yang tidak berguna? Mengapa harus berlaku sia-sia, bukankah pekerjaan yang sia-sia tersebut akan menimbulkan efek domino yang sia-sia juga?

Apa yang harus dilakukan?
Yang sekolah teruskan sekolah, setinggi-tingginya…
Yang resah, buang keresahan anda, tinggalkan prilaku boros, belanja efektif…
Yang mendesah, kerjalah semakin keras, buang desahan anda dan ganti dengan teriakan semangat…
Yang bertugas menaikan bahan bakar minyak, berfikirlah yang bijak. Ekonomi negara harus dijaga jangan sampai kolaps, tapi putuskanlah dengan bijak, karena anda orang-orang pintar yang dipercaya untuk memimpin negeri.

Gitu aja kok repot!

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

42 Tanggapan

  1. Endi says:

    “gitu aja kok repot”, ingat presiden yang dulu neh Om.

    Saya melihat demo sekarang sudah tidak bersih Om, sudah dicampuri oleh kepentingan oknum-oknum tertentu, makanya sebagai mahasiswa saya tidak ikut demo-demoan.

    Selalu ada cara untuk melakukan perubahan, yang jelas proses yang akan kita pilih itu masih dalam taraf yang baik.

    • Aldy says:

      Endi, banyak pihak mensinyalir hal yang sama, cuma saya juga bingung, apakah para rekan-rekan mahasiswa tidak menyadari itu?

  2. bunda lily says:

    sukaaaa banget sama tulisan ini
    (seratus jempol utk Mas Aldy)
    utamanya pad paragraf terakhir 🙂
    salam

  3. Rudy Azhar says:

    Yang menjadi pertanyaan sekarang pembahasan kenaikan BBM di DPR kok baru dibahas pada detik-detik terakhir Pengumuman ? Sedangkan barang-barang kebutuhan pokok sudah keburu naik, properti pemerintah sudah banyak dirusak, beberapa orang sudah menjadi korban.

    Alangkah bijaknya jika pembahasan di DPR dilakukan pada waktu pemerintah merencanakan kenaikan BBM sebulan yang lalu sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti saat ini.

    Bisa saya katakan DPR adalah sebuah “Panggung Sandiwara” belaka.

    • Aldy says:

      Benar Bang, mungkin ini pengaruh demo dari berbagai elemen masyarakat yang terus menerus?
      Awalnya mungkin mereka yakin bahwa kenaikan BBM bakan di demo, tetapi demonstrasi akan surut dengan sendirinya, tetapi perkembangannya kemudian membuat mereka khawatir, sehingga dibuatlah keputusan banci tersebut. CMIIW.

  4. RJ says:

    Cepat atau lambat BBM pasti naik. Makin cepat dituntaskan makin baik. biar kita saja yg mumet agar generasi mendatang lebih tenang hidupnya