Egoisme Kaum Adam…

Hmmm…ini tulisan mau cari perkara ya?

Sebentar bung, tulisan ini tidak mencari perkara, tapi hanya sekedar mengingatkan egoisme yang ada dalam diri anda. Tetapi sebelum tulisan ini diteruskan, silahkan anda mengaca, boleh didepan cermin yang besar, yang kecil, yang retak bahkan didepan kaca benggala, atau diatas air yang tenang. Fikirkan baik-baik dan renungkan dalam-dalam, serta ingat baik-baik apakah anda termasuk laki-laki yang berkategori baik, cukup baik, cukup buruk, buruk atau malah kategori pejantan tangguh?.

Jika anda termasuk laki-laki berkategori baik, maka anda sangat wajar jika menuntut calon istri yang baik. Jika anda termasuk laki-laki yang cukup baik, maka sudah sepantasnya anda hanya boleh menuntut calon istri yang cukup baik. Apalagi jika anda termasuk laki-laki kategori kebawahnya, makan anda hanya diperkenankan menuntut calon istri sesuai dengan kriteria yang anda miliki.

Masalahnya, sikap egois anda selalu menuntut kriteria yang lebih dari yang anda miliki. Disinilah letak sikap egois yang saya maksudkan. Anda mencari calon pendamping hidup yang sholeh, tetapi anda sendiri tidak menjalankan kewajiban anda. Anda maunya calon istri yang “bersih“, tetapi coba lihat “tubuh” anda, masih layak disebut bersih?

Jika anda menuntut calon pendamping sesuai dengan kriteria yang anda miliki, maka saya akan angkat topi dengan segala hormat yang saya miliki. Tetapi jika anda menuntut lebih dari yang anda miliki, maaf maka anda termasuk “Kaum Adam Yang Egois“.

“Hey…dul.., aku masuk kriteria mana?”

Silahkan tanya kediri anda sendiri, karena sayapun tidak akan memberikan nilai saya ke anda. Selain itu, saya juga laki-laki seperti anda, sepertinya tidak cukup adil jika saya memberikan penilain, karena rasa keberpihakan saya terhadap sesama kaum adam pasti akan memberikan pengaruh terhadap objektifitas penilaian tersebut.

Tetapi terlepas dari itu semua, jika calon pendamping anda sudah menerima anda apa adanya (walaupun kondisi anda sebenarnya sudah luluh lantak), maka sudah selayak dan sepantas anda bersyukur dan memulai kehidupan yang baru, ubahlah tingkah polah anda sehingga anda memang lelaki yang layak dan pantas mendampingi dia.

Percayalah sahabat, tiada kesempurnaan dalam hidup ini, demikian juga dengan diri anda dan calon pasangan anda, jika anda hanya menuntut sesuai dengan kapasitas anda, maka hidup ini akan terasa nikmat dari sudut manapun. Tetapi jika sebaliknya, maka anda….(sambung sendiri dah…arep mlungker dhisik).

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

10 Tanggapan

  1. Dangstars says:

    Saya setuju bila pasangan menerima apa adanya masing-masing jangan melihat lebihnya aja..Dah lama nih Mas baru BW lagi

  2. Cahya says:

    Saya tahu saya egois, makanya saya tidak menuntut banyak :).

  3. jarwadi says:

    itu pengaruh budaya patriarki dunia apa ya pak? masalahnya sejak jaman pra sejarah lelaki sudah diperlakukan secara superior 😀

    • Aldy says:

      Menurut saya sih, dari satu sisi ini merupakan satu langkah kemenangan kaum laki (salah tapi didukung orang banyak), tetapi sekarang kaum wanita sudah setera dengan kaum laki, jadi saatnya kita instrospeksi diri sendiri sebelum meminta pada pihak perempuan.

  4. iiNgreeN says:

    hmm.. bukannya cari ribut itu pak.. Tapi nyata, nggak cewe nggak cowo kok, terkadang ada yang lebih banyak harapannya dibanding keadaannya. Lebih bagus lagi kalo kita fokus memantaskan diri buat dapet pasangan yang terbaik.. He, salam pak!

    • Aldy says:

      Calon istri yang baik!, maunya sih seperti itu, tapi ego selalu menjadi momok keangkuhan yang sulit ditundukan.

  5. nique says:

    hmm ….
    kenyataannya susah lho mendapatkan PRIA yang benar2 mau menerima apa adanya.
    dan saya beruntung mendapatkan pria yang benar2 mau menerima saya apa adanya, dan semoga demikian selamanya.