Kalau Dia mau, kita bisa apa ?

gambar longsoran jalan

Rejeki, maut dan jodoh hanya Tuhan-lah yang tahu. Kita hanya bisa berencana, tetapi kuasa Illahi yang menentukan. Kalimat ini sering didegungkan jika terjadi musibah menimpa saudara-saudara kita. Tetapi apakah kita harus pasrah saja ? Tidak. Memang Tuhan yang menentukan semuanya, tetapi adalah kewajiban kita untuk berusaha. (*kayak alim ulama saja*).

gambar longsor 3

Berikut ini tiga buah foto ( sebenarnya banyak ), berikut ini adalah bencana tanah longsor beberapa waktu yang lalu di Jalan menuju lokasi kerja. Badan jalan terputus ± meter, mengakibatkan transportasi terputus kurang lebih 6 jam. Berkat kerja yang sigap dari rekan-rekan operator bolduser, jalan sudah dapat digunakan pada jam 11:00 keesokan harinya. Mereka maraton kerja dari jam 05:00 pagi hari, bahkan sampai mengerahkan satu unit bolduser caterpillar D8K.

longsor 3

Penyebab utama runtuhnya jalan, karena pada bagian atas ( sebelah kiri ) sudah gundul karena diladangi dan ditanami pohon karet. Longsoran ini mengakibatkan ladang menetap dibagian bawah tertimbun dan satu buah rumah hancur diterjang lumpur. Runtuhnya badan jalan ini sebenarnya diluar perhitungan, karena pada bagian bawah terdapat decker dari kayu gerowong untuk mengalirkan air.

Tetapi ketika yang Maha Kuasa berkinginan, adakah yang mampu menahannya ?

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari tiga orang putu (update). Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

40 Tanggapan

  1. hanif says:

    Kalau Allah swt sudah berkehendak, tak ada yang bisa mencegahnya

  2. jadi ingat lagunya Ebiet.G.Ade.
    ‘mungkin alam mulai bosan melihat tingkah kita’
    Kehendak Tuhan tak ada yang mampu menepis,
    namun kerusakan bumi ini tetaplah, manusia penyebabnya
    salam

  3. wahyu nurudin says:

    oo… ada alasan fisik yang menyebabkankan tanah longsor. itu berarti itu akan terjadi. tapi waktunya Dia yang mentukan mau atau tidak. kalau dia tidak mau, akan ada sesuatu yang mengganjal sehingga tidak longsor. sayangnya Dia mau. jadi kita petuhi saja kehendaknya dan belajar dari kerusakan ni. membangun lagi.

  4. yos says:

    intinya disini kita ngomongin ihtiar ya mas ya…
    selanjutnya kita serahkan pada yang kuasa…

  5. Donny says:

    Pasrah aja deh ama yang di atas, We never know..

  6. iskandaria says:

    Mungkin itu tanda-tanda atau peringatan dari alam (yang hakikatnya berasal dari Tuhan juga), agar manusia lebih mencintai alam ini.

  7. yanrmhd says:

    kita hanya bisa alakukan yang terbaik, berusaha mencegah semampu kita…
    tapi jika memang harus terjadi ya kita hanya bisa menerima, dan menyikapinya dgn bijak dan berusaha memperbaikinya…

    tapi biasanya suatu bencana terjadi karena ulah manusia , terutama banjir dan longsor. Alam memiliki keseimbangan, jika kita ubah tanpa memperhatikan ya alam jd tidak stabil… :mrgreen:

  8. Gus Ikhwan says:

    salam sahabat,
    semoga kita bisa berbenah diri

  9. mahesapandu says:

    Kita hanya mampu
    menyaksikan
    sedih
    menangis
    terharu

    dan sebisa mungkin berfikir untuk instrupeksi
    Allah punya kehendak dan keinginan
    yang harus kita renungi

  10. asepsaiba says:

    Innalillahi.. Segala kuasa yang berkehendak hanya Dia ya pak.. Kita manusia hanya bisa berdoa… Semoga setiap insan yang tertimpa musibah dikuatkan ketabahannya…

  11. Masdin says:

    Betul sekali bang, tidak ada daya dan upaya melainkan kepada Allah

  12. BENY KADIR says:

    Kita sedapat mungkin berusaha utk mencegah datangnya bencana,namun bila hal terjadi di luar perhitungan manusia,kita cuma bisa berpikir mungkin ini sebuah pelajaran dari-Nya sambil berusaha memetik hikmahnya.

  13. achoey says:

    Allah Maha Kuasa
    atas apa pun

  14. Gak bisa apa2 kakang, kl Dia sudah berkehendak…..

  1. 26/04/2010

    […] Seharusnya pemerintah sudah memperhatikan hal ini jauh sebelumnya. Karena sudah banyak makan harta dan nyawa karena gundulnya hutan. […]