Kau…


Kau…

Bertahun-tahun kau kerangkeng hatiku,
bertahun-tahun pun kan penjarakan hatiku,
tapi aku bahagia, bukan duka nestapa,
tapi aku tertawa, bukan derita yang tiada terkira

Kini kutahu, kau datang bukan cipta deritaku,
kini ku sadari, kau menjelang bukan bawa praharamu,
tibamu bukan dalam temaram senja yang kelabu,
datangmu bukan bala tentara siksa nuraniku.

Kau sembunyikan lukamu, tapi kau obati lukaku,
kau sembunyikan airmata kepedihanmu, tetapi kau seka air mataku,
kau peluk bara, padamkan bara nestapaku,
kau sangga deritaku, karena kau mencintaiku…

Ungkapan Anti Biasa, Ungkapan Dengan HTML.

Walaupun orang berkata ini lebay, tapi aku mengatakannya romantis. Orang mungkin bilang norak, tapi aku bilang inilah cinta. Tetangga sebelah mungkin akan tersenyum kecut dan berbisik dalam hati “neh orang tua nggak tahu diri”, tapi aku bersikukuh inilah orang tua yang mengerti hati. Yakin nggak sih?

Image souce :glittergraphicsnow.com

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik