Menutup Mata…

Dua kata diatas mengandung banyak makna, banyak arti yang tersirat dan tersurat. Mungkin inilah salah satu penyebab mengapa pelajaran Bahasa Indonesia berubah menjadi pelajaran yang semakin sulit. Dua kata saja bisa menjadi multi tafsir.

Penggunaanya harus memperhatikan “Sikontolpanjang” ( Situasi, Kondisi, Toleransi, Pandangan dan Jangkauan ), jika tidak salah penafsiran kemungkinan akan terjadi.

Tetapi ada juga yang beranggapan bahwa disinilah letak kehebatan Bahasa Indonesia, dengan alasan bahwa Bahasa Indonesia kaya dengan arti, kaya dengan makna…

Mohon jangan dipertanyakan mana yang benar dan mana yang salah, karena jika dimulti tafsirkan jawaban kedua belah pihak justru sama benarnya 😀

Coba simak kata-kata berikut ini, dan mari sama-sama kita terjemahkan menurut tafsiran masing-masing :

Menutup mata = Meninggal Dunia/Mati/Berpulang Kerahmatullah/Tidur Selamanya/Berhalangan Tetap.
Menutup mata = Tidur/Tertidur.
Menutup mata = Mengatupkan kedua kelopak mata, sehingga biji mata tidak kelihatan.
Menutup mata = Tidak perduli, cuek, tidak mau tahu.
Menutup mata = Tidak membukan mata (?)
Menutup mata = ???

Ada yang lain ?

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari tiga orang putu (update). Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

38 Tanggapan

  1. Cahya says:

    Mungkin karena itulah kita belajar ilmu semantik di sekolah 🙂

    • Aldy says:

      Yah dulu memang ada belajar semantik Mas, sekarang juga masih toh ? khususnya rekan-rekan yang suka dengan seo. Tapi anak-anak sekarang sepertinya mengabaikan yang namanya semantik ini.

  2. isnuansa says:

    Yang paling banyak digunakan sih mati atau tidur kali ya?

    Saya menutup mata kalo lagi melamun. 😉

    • Aldy says:

      Seringnya memang untuk kedua kejadian tersebut mbak Nunik.
      Cuma Kalau melamun sambil menutup mata, sepertinya lamunannya jauh dan panjaaaang ?

  3. fanz says:

    itu kan cuma masalah bahasa aja yah pak..

  4. guskar says:

    kalo takut melihat sesuatu saya juga menutup mata dengan telapak tangan saya mas.. 🙂

  5. kalau serem, jijik atau menakutkan juga tutup mata ya Mas.
    salam

  6. arsumba says:

    bahasa indonesia memang kaya makna.. ya pak..

    menutup mata= saat berkedip juga ada kegiatan menutup mata.. hehehe.. 😀

  7. wahyurez says:

    menutup mata, ya menutup mata hehehe…

  8. TuSuda says:

    Patut bebangga juga mempunyai bahasa Indonesia yang kaya akan makna dan khasanah ejaan, tata bahasa, yang mudah menyerap bahasa lainnya, baik lokal ataupun internasional.

    • Aldy says:

      Mas TuSuda,
      Saya bangga berbahasa Indonesia dan menjadi orang indonesia, cuma saya juga bingung dengan terlalu kayanya penafsiran sebuah kata/kalimat.

  9. nurhayadi says:

    Menutup mata berarti tidak mau melihat, tidak mau tahu.

    • Aldy says:

      Mas Nurhayadi,
      Dalam pengertian kiasan, menutup mata sama dengan tidak mau tahu.
      Tetapi saya percaya rekan blogger yang hadir disini bukan tipe yang seperti itu.

  10. fadly muin says:

    hmm..
    disamping maslah pendefinisian, muatan artikel ini syarat akan makna filosfis. dalam maknanya. dan akan di tentukan dari perspektif masing-masing. tentu saja, kita bisa terjebak dalam muara multi tafsir mas Aldy.. yang terpenting karya ini mampu menggugah dari berbagai aspek..

    • Aldy says:

      😀 Ampuunn, ternyata benar saya ketemu pakarnya. Bisa paham maksud dan tujuan artikel saya. Tetapi sejujurnya bukan menggiring mas Fadly, biar agak halus memancing…Pis Mas.

      • Khery Sudeska says:

        Kalo Bang Fadly komengnya memang selalu buat kita tergugah dan berpikir. Dalaaaam… 😀

        • Aldy says:

          Iya neh Mas Sudeska, pagi-pagi udah bongkar rahasia terselubung.
          Tetapi memang orang type pemikir selalu memandang sebuah persoalan dari banyak sisi…Saluuut saya.

  11. Makna sesungguhnya baru bisa kita dapatkan setelah itu terangkai menjadi satu kalimat utuh.

    menutup mata = melindungi mata dengan tangan
    menutup mata = membuat mata tidak mampu melihat (dengan alat, seperti yang dilakukan pesulap)

    • Aldy says:

      Itu semua tergantung cara menafsirkannya saja mas, hal ini sudah diungkapkan secara tersirat oleh Mas Fadly diatas.

  12. Khery Sudeska says:

    “jang” pada “sikontolpanjang” itu mungkin lebih tepat kepada “jangka waktu” ketimbang “jangkauan”. 🙂

    Saya hanya nambahin pada referensi kata lain yang sama tapi beda makna:

    Tahu (dibaca “tau”) = mengetahui, punya referensi akan sesuatu hal
    Tahu (dibaca “tahu”) = makanan, yang hak patennya diambil orang Jepang itu (kalo nggak salah)

    Diamankan = betul2 diamankan, dipelihara, dirawat, dijaga
    Diamankan = ditangkap, masuk penjara

    Bisa = cakap, pandai, mumpuni, dll
    Bisa = nah, yang ini bisa bikin seseorang “menutup mata”… 😛

    Apa lagi ya? 😀

    • Aldy says:

      😀 Boleh juga Mas Sudeska, terjemahan bebas kok.
      “bisa” yang terakhir memang bahaya…walaupun mungkin tidak menutup mata selamanya biasanya menyebabkan “hampir menutup mata” 😀

  13. narno says:

    intinya ada dua macam makna, yaitu denotatif dan konotatif, namun makna konotatiflah yang paling banyak

  14. Sarimin says:

    ati” kang matanya jangan ditutup… 🙁