Motor PT

Motor PTSejatinya ini kapal motor air biasa, transportasi air yang umum digunakan oleh masyarakat pedalaman Kalimantan barat. Pada masa keemasan perusahaan pengusahaan hutan, kapal-kapal ini diberdayakan untuk menarik kayu-kayu gelondongan milik perusahaan dengan tujuan logpond antara atau langsung ke industri.

Karena mayoritas jenis kapal ini digunakan oleh perusahaan, lambat-laun sebutan motor PT menjadi generic, walaupun kapal-kapal tersebut tidak banyak lagi digunakan oleh perusahaan, tetapi sebutan motor PT terssebut masih lekat disebagian masyarakat.

Kepemilikan kendaraan ini sama dengan kepemilikan kendaraan didarat, harus dilengkapi dengan surat-surat kepemilikan dan surat untuk pengemudi (juragan) kapal (sama dengan SIM) dalam rentang waktu tertentu motor air ini harus menjalani uji kelayakan berlayar, perubahan-perubahan terhadap lambung kapal, perubahan kepemilikan dan lain sebagainya.

Diera tahun 90-an kebawah, mesin-mesin kapal didomani oleh merk Yanmar yang terkenal dengan Seri TS, mulai dari TS-50 sampai TS-120, mesin buatan Yanmar terkenal bandel dan hemat bahan bakar bahkan dalam kondisi tertentu menggunakan pelumas bekas dapat digunakan untuk pelumas mesin.
Motor PT 2
Kemudian lahir mesin-mesin buatan Cina dengan harga yang sangat murah, mesin-mesin ini kemudian mendominasi dan menenggelamkan merk Yanmar. Salah satu merk yang kemudian mengenerik adalah Dong Feng, sehingga semua mesin motor air buatan Cina disebut dengan Dong Feng. Mesin-mesin dongfeng yang banyak digunakan mulai seri Dongfeng-6 sampai Donggfeng-24. Sampai saat ini sebagian masyarakat masih menggunakan Dongfeng. Tetapi karena kualitasnya kurang baik, sementara merk Yanmar sudah sulit didapat, sebagian masyarakat kemudian beralih ke mesin mobil bekas dan yang paling banyak digunakan mesin Panther, Mitsubhisi PS120 empat silinder.

Kini, sebutan motor PT sesekali masih terdengar, tetapi lebih sering terdengar Dongfeng atau Panther.

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

52 Tanggapan

  1. andank says:

    kalau disunai dekat desa saya kapal bermotor ini disebut kelotok atau jukung

  2. wah Pak, kalo pas di tengah lautan naik gituan tatutt deh 🙂

  3. julie says:

    halo mas aldy apa kabar? 😀

  4. DikMa says:

    karena sesama dikalimantan, perjalanan transportasi air tidak jauh beda pak dengan di kaltim, khususnya di kota saya berau.

    karena hampir perusahaan tambang yang menggerogoti hutan berau, sehingga hanya ketinting saja yg menjadi mayoritas. untuk dong feng atau kapal PT kebanyaknya digunakan untuk mengambil pasir di tengh2 sungai berau, tepatnya pertemuan sungai kelay dan segah.

    btw, saya pun pernah naik kapal yang menggunakan bekas mesin mobil panther, apakah masih bagus ato tidak, kecepatannya tidak jauh beda seperti mesin dong feng lainnya. cuman yang berbeda hanyalah tidak bising.

    ngomong2 pak, sepertinya asyik kalau mancing pake kapal pt yaa… bisa tidur2an..

    • Aldy says:

      Ya, ketinting memang lebih praktis pengoperasiannya. Walah, sungai berau dikeruk pasirnya? sama dengan sungai melawi atau kapuas mas, pasirnyapun dikeruk.

      Laju tidaknya tergantung body-nya juga mas, disinipun cenderung tidak laju, tetapi daya tariknya cukup bagus. Para mancing mania pasti akan suka dengan kapal ini, bisa tidur-tiduran dan sambil masak-masak hasil pancingan.

      • DikMa says:

        pasir yang ada disungai kalau saya lihat memang banyak & cepat sekali, karena pertemuan dua sungai besar yaitu sungai kelay dan sungai segah. ditambah lagi dengan musim penghujan.

        wajar sekarang tidak ada lagi alat transportasi laut tujuan berau – samarinda yang dulu bisa digunakan yaitu KM.Teratai karena pendangkalan sungai. walaupun ini hanya beberapa faktor lainnya kenapa sudh tidak ada lagi alat transportasi tsb.

        • Aldy says:

          Mungkin pengerukan yang dilakukan dalam rangka pendalaman alur sungai juga? tapi seperti lebih pada kepentingan bisnis hasil pengerukan ya mas?

  5. applausr says:

    sekarang menuju hutan nih… saya pernah melihat kapal ini untuk membawa kayu.

    • Aldy says:

      Sekarang sudah dihutan mas, kapal jenis ini memang banyak digunakan untuk menarik rakit kayu gelondongan.

  6. Bunga Mesa Ananda says:

    Oh, di kalimantan transportasi air emg terkenal ya. Jadi kepengen juga naik perahu boat kayak gitu

  7. cha onie says:

    seru junga petualangan di pedalaman Kalimantan Pak

  8. bunda lily says:

    pingin ikutan nyobain naik perahu seperti gambar diatas ,Mas
    gak perlu pake pelampung yaaa….
    ( emang di laut buuuunn…??? ) 😛
    salam