Pelacuran vs Koruptor

Mana duluan hadir kedunia ini, pelacur atau koruptor? pertanyaan yang sulit? antara ya dan tidak.

Sulit, karena belum ada penelitian ilmiah yang bisa membuktikan, mana diantaranya terlebih dahulu hadir. Mudah, perhatikan pertanyaannya; jika kata pelacur yang pertama kali disebut, maka pelacuranlah yang pertama hadir didunia, demikian juga sebaliknya. Mengerti yang dimaksud?

Wikipedia mengartikan pelacuran,

Pelacuran atau prostitusi adalah penjualan jasa seksual, seperti seks oral atau hubungan seks, untuk uang. Seseorang yang menjual jasa seksual disebut pelacur, yang kini sering disebut dengan istilah pekerja seks komersial (PSK).

dan Koruptor,

Korupsi (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok). Secara harfiah, korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus/politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.

Bukan rahasia lagi, kedua kata tersebut mengandung konotasi negatip. Tetapi mengapa dalam benak kita pelacur lebih hina dari koruptor?, coba kita telaah prakteknya di masyarakat.

Pelacur

Identik dengan sebutan Pekerja Seks Komersial, sampah masyarakat, wanita/pria tuna susila, dan seterusnya, dan seterusnya. Banyak orang jijik, malu bergaul dengan kelompok ini (kenyataannya justru mereka pengguna jasa yang setia), segala keburukan ditumpahkan kepada mereka, bahkan yang mengaku dirinya agamis mencerca pelacuran (bukanya memberi solusi).

Mayoritas pelacuran di negeri ini karena himpitan ekonomi. Sebuah alasan yang nisbi dibalik sulitnya mencari pekerjaan. Dan oleh kebanyakan orang, pekerjaan ini disindir dengan kerja melalui jalan pintas. Benarkah sepintas dan semudah yang kita duga?

Koruptor

duitBukan praktek terpuji, tetapi justru dilakukan oleh orang-orang terpuji. Kontradiktif. Sebagai orang-orang terpuji seharusnya perbuatan mereka berbanding lurus dengan predikat tersandang. Seandainya kelompok ini tidak korupsi, mereka tidak akan mati kelaparan. Pendapatan normal yang diterima setiap bulan lebih dari cukup untuk makan.

Membandingkan keduanya dengan deskripsi singkat diatas, dengan sederhana ditarik kesimpulan, koruptor lebih hina dari pelacur. Tidak alasan yang lebih baik lagi untuk membenarkan koruptor lebih baik dari pelacur.

Keduanya bukan perbuatan yang baik, sangat tidak dianjurkan menjadi pelacur atau koruptor. Atau keduanya adalah bakat bawaan sejak lahir?

Pembahasan ini hanya dalam lingkup kecil, mohon dipandang dari sudut yang sama bahwa kedua perbuatan tersebut salah. Dalam kontek ini, hanya mencoba untuk membandingkan mana diataranya yang lebih hina dan tidak bermoral.

Sumber Gambar : uk2.net

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Aldy Markopiola

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

44 Tanggapan

  1. imadewira says:

    jujur saja, saya lebih jijik melihat koruptor, tapi sayangnya koruptor malah mendapat hukuman sosial yang lebih ringan dibanding pelacur.

  2. iskandaria says:

    Sederhana saja. Pelacur cuma merugikan dirinya sendiri (dan atau orang yang mengencaninya, terutama jika ia terinfeksi HIV) . Tapi kalau koruptor? Merugikan bangsa dan negara 😆

    • Aldy says:

      Benar mas, lagi pula kebanyakan pelacur karena keterpaksaan. Koruptor, karena kelobaan (tamak).

  3. asop says:

    Naaah, kalo ini relatif mudah dipecahkan ketimbang pertanyaan “lebih dulu telur atau ayam?” 😀

    Saya jawab dua2nya lahir bersamaan, karena begitu manusia mempunyai peradaban, manusia punya akal dan pikiran, maka kedua hal ini pasti akan selalu terjadi. 😐

    • Aldy says:

      Berarti keduanya imbang Mas, sejak ada manusia mulailah ada pelacuran dan korupsi walaupun dalam sekala yang sangat terbatas.

  4. kangmas ian says:

    koruptor itu orang miskin juga..buktinya dia masih kurang dan berani nyuri duit negara 🙂

  5. hendri says:

    Saya jadi ingat ucapan Butet Kerterajasa (klu sya tdk salah sebut namanya) di Metro TV bbrp waktu lalu: “Guru = pahlawan tanpa tanda jasa, Koruptor = pahlawan tanpa tanda terima”. Tp yg jelas menurut saya, koruptur & pelacur diawali dgn perilaku “mencoba”. Lama2 perilaku tsb berkembang menjadi kebiasaan yg sulit diubah. Ibarat “candu” yg sulit dilepaskan dari seorang pemakai narkoba, he…he.. (salam kenal mas)