PETI, Perut dan Isu Lingkungan

PETI (Penambangan Emas Tanpa Ijin), seakan-akan menjadi momok yang paling menakutkan, khusus bagi rekan-rekan pemerhati lingkungan. Kawasan yang dulunya hijau, berubah menjadi padang pasir, kawasan yang dulunya hijau berubah menjadi lahan tandus yang kering kerontang. Yang hijau saja menjadi tandus, apalagi jika awalnya sudah tandus maka bertambah tanduslah kawasan tersebut.

Siapa yang salah? dan siapa pula yang benar?
Sama-sama salah, ya sama-sama benar. Kok bisa? ya bisalah, coba kita berfikir sepihak!

Ponton tambang emas

Salah satu peralatan yang digunakan untuk menambang emas di Katingan Kalimantan Tengah

Jika aku berada diposisi para pelaku PETI (pekerja), maka jawaban rasional yang aku berikan tidak akan jauh dari urusan isi perut. Besarnya perut memang tidak seberapa, tetapi jika lokasi yang satu ini tidak mendapatkan pasokan logistik yang memadai maka sudah bisa dipastikan seluruh roda perekonomian dalam tubuh akan mandek dan berujung pada malapetaka.
Karena pasokan logistik kurang, bukan tidak mungkin tindakan kriminal kecil-kecilan bahkan berskala bank Century bakal terlecut kembali.

Tetapi jika aku berada pada posisi sebagai pemerhati lingkungan, aku akan mengatakan bahwa PETI itu merusak, sementara manfaat yang didapat tidak banyak, membuat kaya sebagian kalangan, para cukong dan para penadah hasil PETI. Artinya lebih banyak mudharatnya dibandingkan manfaatnya. Haram? belum.

Tidak bisa dipungkiri dan akupun tidak mau menyangkal kenyataan bahwa PETI merusak lingkungan, menimbulkan pencemaran air, mercury berhamburan dimana-mana tak terkendali. Contoh paling nyata adalah rusaknya air sungai melawi (anak sungai Kapuas – Kalbar), tercemarnya air sungai Senamang dan Katingan (kalimantan tengah). Cerita keberhasilan beberapa orang dalam menambang emas menjadi daya tarik sendiri bagi penggiat lainnya. Selain itu harga yang semakin menggiurkan walaupun cukup berbanding lurus dengan biaya operasional dilapangan. Sehingga wajar saja jika sebagian ada yang menuding bahwa PETI merusak lingkungan. Coba saja kunjungi wilayah Hampalit di Kalimantan Tengah, atau Kabupaten Sekadau, Sintang dan Melawi di Kalbar, banyak diterdapat lokasi-lokasi bekas penambangan emas yang terlantar dan tidak pernah direklamasi.
Atau jika ada waktu, silahkan terbang dari Pontianak – Ketapang – Pangkalan Bun – Sampit. Selain hamparan sawit yang membentang sangat luas, terdapat kawasan-kawasan tertentu dengan pancaran warna putih terang yang merupakan indikasi bahwa wilayah tersebut sebelumnya pernah menjadi lokasi penambangan emas tanpa ijin.

Lokasi yang rusak akibat peti

Salah satu dari pinggiran sungai Katingan yang rusak akibat operasional PETI

Menyalahkan dan mencari kambing hitam perkara yang paling mudah, tinggal tunjuk hidung, apa lagi jika yang tunjuk hidungnya tidak mancung dan sedikit kehitaman, habis perkara. Tinggalah yang menjadi terpidana hanya kaum pekerja kecil yang mencari sesuap nasipun sudah dengan susah payah.

Terkait dengan rusaknya lingkungan tersebut, hendaknya (siapapun orangnya) janganlah dengan mudah menyalahkan para pekerja tersebut, tetapi mari kita cari akan permasalahannya, lakukan kajian secara komprehensif sehingga didapat solusi yang saling menguntungkan. Berteriak lantang tanpa adanya solusi tidak ada gunanya. Karena salah satu faktor penyebab adanya PETI adalah tuntutan ekonomi dan kecilnya peluang kerja disektor lain. Jika kebutuhan ekonomi terpenuhi dengan baik dan lapangan pekerjaan tersedia disekstor lain, meniadakan PETI menurut aku semakin mudah, tetapi untuk membuat PETI nol persen hanya mimpi disiang bolong.

Sekarang silahkan berteriak kalau PETI merusak lingkungan, merugikan orang banyak, membuat kaya sebagian kalangan tetapi beri jalan keluarnya, beri solusi. Tanpa solusi, justru teriakan anda dianggap polusi oleh pekerja tambang emas tanpa ijin.

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

47 Tanggapan

  1. eXMedian says:

    Kalau sudah alasan perut susah om …