Pusyantip : surprise teknologi di pedesaan.

Melanjutkan cerita dari pedalaman tempo hari. Hari ini memasuki Desa berikutnya. Desa ini berada di Wilayah Propinsi Kalimantan Tengah, termasuk desa yang berada diujung sungai Seruyan. Atau tepatnya berada di Desa Riam Batang/Tumbang Taberau.

Kali ini ada kejutan yang saya dapatkan. PT. Telkomsel sudah memasang peralatan telepon melalui jaringan satelite. Dan sudah bisa berhalo-halo pada jam-jam tertentu. Sayangnya pada saat datang, peralatan ini sedang tidak dapat digunakan, indikator pada layar telepon yang terpasang tertulis “searching”. Informasi yang didapat komunikasi masih dapat dilakukan satu jam sebelumnya. Dan menurut kepala Desa-nya, pada sore hari akan aktif lagi.

plank-nama-images
Papan Nama ini terpampang di depan rumah Kepala Desa Riam Batang.

sel-surya-images
Sel Tenaga Matahari sebagai power untuk menghidupkan telepon umum.

power-box-inside-image
Box penyimpanan listrik dari panel tenaga surya berupa accu kering.

counter-box-image
Box penghubung antara parabola dan telepon ( nggak tahu namanya 😀 )

phone-box-image
Phone box tempat indicator mengetahui, ada tidak signal yang didapat sekaligus sebagai alat komunikasi.

Ada satu peralatan lagi, yatiu parabola sebagai receiver signal dari satelite, cuma sayang gambarnya tidak diambil.
Sampai saya pulang beberapa jam berikutnya, signal masih belum didapat. Seandainya ada saya juga tidak bisa melakukan uji coba. Wong Hand Phone nggak dibawa.

Bisik-bisik tetangga, Pusat Pelayanan Telekomunikasi Dan Informasi Pedesaan ini hasil kerjasama PT. Telkomsel dengan Departemen Komunikasi dan Informasi. Saya masih belum banyak tahu. Jika ada rekan blogger yang mengetahui lebih banyak, mohon update informasinya. 😆

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

80 Tanggapan

  1. nadia friza says:

    indonesia cerdas seluruh negeri 🙂 >> apa sih gwee hehe

  1. 28/04/2010

    […] perjalanan seperti ini biasanya juga disertai dengan berjalan kaki beberapa jam, tetapi ada juga desa yang bisa didatangi dengan kendaraan roda empat maupun roda dua. Ada yang mau ikut […]

  2. 12/11/2010

    […] tulisan Pusyantip suprise teknologi dipedesaan, sudah disinggung tentang Desa ini. Desa Riam Batang dapat didatangi dengan kendaraan roda empat, […]