Belajar Menulis (lagi)

MenulisSungguh lama blog ini terlantar tidak terurus, bahkan tanpa terasa hostingannya bakalan habis pada bulan November ini. Mudah-mudahan masih ada sisa dana untuk kembali menyewa hosting sama bang Purba Kuncara.

Dalam rentang waktu yang lama tersebut ternyata membuat otak menjadi semakin tumpul, dan minat untuk menulis menurun drastis. Tulisan ini hanyalah upaya kecil untuk menghidupkan kembali gairah menulis yang padam. Apakah bisa? semoga saja, namanya juga belajar dan mencoba menulis kembali.

Lha, kalau ndak ada tulisannya lagi gimana mas? blog ini akan ikutan tiga blog lainnya yang sudah duluan masuk liang lahat dan akan stop blogging untuk selamanya. Tragis amat? may-be yes, may-be no…

Image source : Bustanularf.edublogs.org

Wake Up…

Uhhh…, tidak terasa sepuluh hari blog ini tidak diupdate. Dan ternyata 10 (sepuluh) hari itu waktu yang sangat singkat. Ada beberapa penyebab mengapa blog ini tidak diupdate selama itu.

  1. Sengaja istirahat, karena dari sejak pertama kali ngeblog, baru pertama kali ‘cuti’ nge-blog. Sebelumnya, blog ini tidak dupdate karena sedang tugas kedesa-desa atau sedang pulang kampung
  2. Persiapan stock opname akhir tahun 2010, karena pada awal Januari 2011 (paling lama tanggal 05 Januari 2011), semua laporan tahun 2010 harus sudah disampaikan, untuk dilakukan telaah dan selanjutnya sebagai bahan evaluasi.
  3. Baca Selanjutnya »

Blog seperti ini membuat aku mati kutu (update)

Buset, kuping ini panas juga mendengar ocehan rekan-rekan offline yang menyatakan bahwa saya pengecut karena tidak berani menampilkan link blog agama pada postingan Blog yang membuat mati kutu.

Memang disana saya tidak menyertakan link blog yang saya maksudkan, karena pada semua blog yang membahas agama, saya hampir tidak pernah memberikan tanggapan/komentar. Baca Selanjutnya »

Blog seperti ini, membuat aku mati kutu…

Ada dua jenis materi blog yang selalu ‘menyusahkan’ saya, terutama pada saat memberikan komentar. Sangat sering terjadi, ketika mengunjungi blog seperti ini saya hanya membaca kemudian pergi tanpa meninggalkan komentar.

Heey, dimana letak kesalahannya? tidak ada. Tetapi blogger di negeri ini, beranggapan jika kita tidak memberikan komentar dalam blognya, kita dinyatakan tidak berkunjung. Salah lagi? tidak. Anggapan seperti itu benar adanya, analoginya, jika berkunjung ke kediaman seseorang tentu kita harus berbicara dengan pemilik kediaman. Baca Selanjutnya »

Please Blogger

Mungkin sudah jamak, dalam dunia ini selalu ada senior-junior, oldest-newbe, tua-muda.

Demikian juga dengan dunia blogger, dan satu hal yang menarik dunia antah berantah ini. Kita tidak pernah bertemu dengan blogger lain (sebagian besar), tetapi bisa merasakan keakraban yang sangat dekat.

Ternyata dunia maya memberikan tambahan kebahagiaan sendiri yang tidak didapatkan pada dunia offline. Tentu saja dengan kiprah yang benar.

Jika sudah seperti ini, seharusnya tidak ada lagi jiwa-jiwa yang kosong. Atau kekosongan memang harus selalu ada?